Jakarta (ANTARA) - Kapal bantu rumah sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 merampungkan misi kemanusiaannya di Mesir, Jumat, dan bersiap-siap berlayar kembali ke Indonesia, Sabtu (17/2).

Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut dalam siaran resminya di Jakarta, Jumat, menyampaikan prajurit TNI AL yang tergabung dalam misi mengantarkan bantuan ke Mesir untuk rakyat Palestina di Gaza pada hari ini selesai menurunkan seluruh paket bantuan dari rakyat Indonesia seberat 242 ton di dermaga Pelabuhan El Arish.

Bantuan-bantuan itu diturunkan dari atas kapal ke dermaga setidaknya selama empat hari terhitung sejak KRI Radjiman sandar di Pelabuhan El Arish, Mesir, Selasa (13/2). Bantuan-bantuan tersebut yang diturunkan secara bertahap ke dermaga dikelompokkan sesuai dengan kategorinya dan dikemas kembali untuk kemudian diangkut oleh truk-truk dari Bulan Sabit Merah Mesir ke perbatasan Rafah di Gaza.

Sehari sebelum meninggalkan Mesir, para prajurit TNI AL bergotong-royong membersihkan sampah-sampah bekas pengemasan bantuan, dan juga menyempatkan diri berolahraga.
  Prajurit TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Satgas Port Visit Mesir 2024 di dermaga Pelabuhan El Arish, Mesir, Jumat (16/2/2024) berolahraga bersama pada sela-sela kegiatan mereka menurunkan bantuan dari Indonesia untuk rakyat Palestina di Gaza. Bantuan-bantuan dari luar negeri untuk Palestina dikumpulkan di El Arish untuk selanjutnya diangkut oleh Bulan Sabit Merah Mesir ke Rafah, Gaza. ANTARA/HO-Dinas Penerangan TNI AL.

El Arish, Sinai, merupakan daerah di Mesir yang berbatasan langsung dengan perbatasan Rafah. Kota itu menjadi pusat pengumpulan bantuan kemanusiaan dari luar negeri, termasuk Indonesia, untuk rakyat Palestina di Gaza, yang saat ini menghadapi gempuran senjata dari militer Israel.

Tidak hanya di Pelabuhan El Arish, bantuan-bantuan kemanusiaan dari luar negeri juga dikumpulkan di Bandar Udara El Arish. Prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Port Visit Mesir 2024 itu dijadwalkan mulai berlayar ke Indonesia pada Sabtu (17/2). Dalam pelayaran pulang, mereka dijadwalkan singgah di Jeddah, Arab Saudi.

Para prajurit dan personel yang beragama Islam nantinya diberi kesempatan untuk beribadah umroh di kota suci Mekkah dan Madinah, Arab Saudi. KRI Radjiman berlayar dari Jakarta pada 18 Januari 2024. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat itu memimpin upacara keberangkatan KRI Radjiman di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta.

Baca juga: Satgas MTF ikuti protap antisipasi konflik di Timur Tengah
Baca juga: Demi seragam sekolah, Maickhel dan anak terombang-ambing 2 hari di perairan Salawati

Bantuan seberat 242 ton yang diangkut KRI dr. Radjiman, terdiri atas pampers (532 karung), pakaian anak-anak (600 karung), pakaian dewasa (700 karung dan 500 boks), susu (800 kardus), biskuit (650 dus), air mineral galon (1.254 galon), air mineral kardus (1.700 kardus), obat-obatan (460 kardus), selimut (450 karung), jaket (450 karung), dan mie instan (470 kardus). Jumlahnya jika dikelompokkan sesuai wadahnya, ada 4.080 kardus, 2.732 karung, 500 boks, dan 1.254 galon.

Kapal itu mengangkut 214 kru yang sekitar 40 di antaranya merupakan pasukan khusus TNI AL. Pengiriman bantuan ke Mesir itu juga menjadi misi pertama KRI dr. Radjiman melintasi samudera dan keluar dari perairan Indonesia.

 

 

Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024