Jakarta (ANTARA) - Pemain timnas basket Indonesia Kaleb Ramot Gemilang memberikan pujian khusus kepada penggawa muda skuad Merah Putih yang telah memainkan dua laga pada kualifikasi FIBA Asia Cup 2025.
 

Dari dua laga yang berakhir dengan kekalahan dari Thailand dengan skor 56-73 dan Australia dengan skor 51-106 itu, pelatih timnas basket Indonesia Milos Pejic bertumpu kepada para pemain-pemain muda seperti Ali Bagir (23), Julian Chalia (21), hingga Hendrick Yonga (21) daripada memilih pemain-pemain yang kenyang pengalaman.

Mayoritas skuad muda timnas basket dalam kualifikasi FIBA Asia Cup 2025 ini hanya dilengkapi dengan dua pemain senior yang sudah berkepala tiga, yaitu Kaleb (32) sendiri dan Lester Prosper (35).

“Hampir sama kayak pelatih, saya cuma mau kasih kredit aja untuk semua teman-teman yang membela timnas ini, kita harus kasih kredit karena enggak mudah melawan salah satu tim terbaik di dunia,” kata Kaleb pada jumpa pers setelah laga melawan Australia di Indonesia Arena, Minggu.

Seusai dua laga jendela pertama kualifikasi FIBA Asia Cup 2025 ini, Kaleb memompa semangat para pemain muda timnya untuk menggunakan pengalaman berharga bermain dalam dua laga kualifikasi sebagai bekal berkembang ke depannya.

“Gue juga bilang ke mereka sebagai senior 'jangan dilupain ini rasanya dan kejar itu pelan-pelan sedemikian gila, enggak tahu entah kalian di klub masing-masing seperti apa', cuma pakai ini untuk sebagai batu loncatan untuk kejar itu,” ucap pebasket yang bermain untuk klub Dewa United Banten itu.

Langkah Milos menurunkan skuad muda dalam kualifikasi FIBA Asia Cup 2025 dengan hasil dua kekalahan menuai kritik dari publik. Meskipun banyak pihak yang tidak setuju, Kaleb mengungkap masih banyak dukungan untuk timnas basket saat ini, salah satunya dari pemain senior Arki Dikania Wisnu.

“Banyak yang dukung kita salah satunya Arki, dia kasih video buat kita. Katanya 'this is your time', terutama buat yang muda-muda. Kalau ngomongin netizen, menurut saya sih pemain muda, kita ngomongin regenerasi, terlepas saya dan Lester,” katanya.

“Siapa lagi pemain muda yang sepotensial mereka-mereka ini di Indonesia? Terus apakah bisa lawan lawan Australia? Tidak mudah juga,” lanjutnya.

Ia setuju dengan apa yang dilakukan Milos dengan mengisikan pemain-pemain muda dalam skuad timnas untuk tujuan regenerasi skuad yang dapat menjadi pilar penting Merah Putih dalam tiga sampai empat tahun mendatang.

Baca juga: Pebasket Prosper nilai tim basket Indonesia perlu pemain senior
Baca juga: Tim basket Hawks kalahkan Borneo Hornbills lewat overtime

“Karena tadi ngobrol sama coach Milos juga targetnya di SEA Games. Untuk tiga tahun sampai empat tahun ke depan yang akan main siapa sih di timnas? Ya mereka mereka ini. Jadi kalau misalnya dia di klub tidak dikasih menit bermain, terus di timnas tidak dikasih menit bermain, terus tiga tahun empat tahun ke depan kayak gimana Indonesia,” katanya.

“Kalau gue sih setuju sama coach Milos dengan dia targetnya bukan di sini. Terus tiga tahun sampai empat tahun ke depan kayak ada mereka ini yang jadi kayak pilarnya lah,” tutupnya.

 


Pewarta : Zaro Ezza Syachniar
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024