Panen raya, Masyarakat NTB diminta tidak panik dengan harga beras naik
Jumat, 8 Maret 2024 23:43 WIB
Sejumlah petani di Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang memanen padi. (ANTARA/Nur Imansyah).
Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta masyarakat untuk tetap tenang tidak panik buying terhadap kenaikan harga beras mengingat petani di wilayah itu sudah mulai memanen padinya di awal Maret ini.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah mengatakan di semua kabupaten/kota di NTB sudah mulai panen. Bahkan awal Maret ini menjadi pintu masuk panen raya.
"Setiap bulan sebenarnya ada yang panen. Nah kalau di bulan Maret ini sebenarnya kita sudah mulai memasuki awal panen raya, sehingga masyarakat nggak perlu panik karena pasti harga beras turun," ujarnya di Mataram, Jumat.
Ia mengatakan, sesuai dengan data kerangka sampel area Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, ada potensi panen yang cukup besar. Di NTB luas area potensi panen mencapai 39.825 hektare dengan produksi mencapai 204.352 ton GKG.
"Daerah-daerah yang besar area panen-nya itu di wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Barat. Kalau di Pulau Sumbawa meliputi Kabupaten Bima, Sumbawa dan Dompu," kata Mirza.
Baca juga: Pj Gubernur NTB panen raya padi jaga persediaan beras
Mirza mengakui, akibat El Nino ini, petani terlambat melakukan penanaman padi hampir dua bulan, sehingga panen raya menjadi ikut mundur. Jika di tahun lalu panen raya digelar bulan Februari, namun tahun ini panen raya di bulan Maret hingga akhir Juni.
"Sekali lagi kita ini sudah mulai panen. Sebenarnya bisa kita bilang kita tidak usah takut dulu lah terhadap stok di dalam daerah, karena kita sudah mampu untuk menjaga di daerah sendiri," katanya.
Sebelumnya Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi, melakukan panen raya padi bersama petani di wilayah Dusun Mentaum Desa Montong Ba’an Kecamatan SikurLombok Timur.
Areal lahan panen padi di wilayah Desa Montong Ba'an tersebut seluas kurang lebih 200 hektare dengan capaian produktivitas padi di wilayah tersebut mencapai 5,81 ton/ha GKG.
Baca juga: Pj Gubernur NTB panen raya padi walau ada dampak fenomena El Nino
Khusus untuk Lombok Timur sendiri memiliki potensi luas panen padi di bulan Maret 2024 ini mencapai 7.161 hektar dengan produksi mencapai 39.271 ton GKG.
Pj Gubernur mengatakan, dengan adanya panen padi yang ada di seluruh wilayah kabupaten/kota se-NTB diharapkan mampu menyediakan stok bahan baku di dalam daerah dan membuat NTB selalu menjadi daerah surplus atau swasembada beras.
"Selanjutnya hasil surplus tersebut dapat memberikan kontribusi bagi daerah-daerah lain di wilayah Indonesia yg masih kekurangan beras," katanya.
Baca juga: Madiun panen raya tanaman porang di Desa Sumberbendo
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah mengatakan di semua kabupaten/kota di NTB sudah mulai panen. Bahkan awal Maret ini menjadi pintu masuk panen raya.
"Setiap bulan sebenarnya ada yang panen. Nah kalau di bulan Maret ini sebenarnya kita sudah mulai memasuki awal panen raya, sehingga masyarakat nggak perlu panik karena pasti harga beras turun," ujarnya di Mataram, Jumat.
Ia mengatakan, sesuai dengan data kerangka sampel area Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, ada potensi panen yang cukup besar. Di NTB luas area potensi panen mencapai 39.825 hektare dengan produksi mencapai 204.352 ton GKG.
"Daerah-daerah yang besar area panen-nya itu di wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Barat. Kalau di Pulau Sumbawa meliputi Kabupaten Bima, Sumbawa dan Dompu," kata Mirza.
Baca juga: Pj Gubernur NTB panen raya padi jaga persediaan beras
Mirza mengakui, akibat El Nino ini, petani terlambat melakukan penanaman padi hampir dua bulan, sehingga panen raya menjadi ikut mundur. Jika di tahun lalu panen raya digelar bulan Februari, namun tahun ini panen raya di bulan Maret hingga akhir Juni.
"Sekali lagi kita ini sudah mulai panen. Sebenarnya bisa kita bilang kita tidak usah takut dulu lah terhadap stok di dalam daerah, karena kita sudah mampu untuk menjaga di daerah sendiri," katanya.
Sebelumnya Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi, melakukan panen raya padi bersama petani di wilayah Dusun Mentaum Desa Montong Ba’an Kecamatan SikurLombok Timur.
Areal lahan panen padi di wilayah Desa Montong Ba'an tersebut seluas kurang lebih 200 hektare dengan capaian produktivitas padi di wilayah tersebut mencapai 5,81 ton/ha GKG.
Baca juga: Pj Gubernur NTB panen raya padi walau ada dampak fenomena El Nino
Khusus untuk Lombok Timur sendiri memiliki potensi luas panen padi di bulan Maret 2024 ini mencapai 7.161 hektar dengan produksi mencapai 39.271 ton GKG.
Pj Gubernur mengatakan, dengan adanya panen padi yang ada di seluruh wilayah kabupaten/kota se-NTB diharapkan mampu menyediakan stok bahan baku di dalam daerah dan membuat NTB selalu menjadi daerah surplus atau swasembada beras.
"Selanjutnya hasil surplus tersebut dapat memberikan kontribusi bagi daerah-daerah lain di wilayah Indonesia yg masih kekurangan beras," katanya.
Baca juga: Madiun panen raya tanaman porang di Desa Sumberbendo
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kota Mataram
Lihat Juga
Tak mau kecolongan, Mataram bangun menara pantau peringatan dini bencana di pantai
06 February 2026 17:29 WIB
Bapanas pastikan harga pangan di NTB stabil jelang Imlek, Ramadhan, dan Lebaran 2026
05 February 2026 5:10 WIB