Jakarta (ANTARA) - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batuporon mengerahkan tim siaga untuk membantu evakuasi korban banjir di dua kecamatan yaitu Arosbaya dan Blega, Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur.

Komandan Lanal (Danlanal) Batuporon Letkol Laut (P) Imam Ibnu Hajar dalam siaran resmi Dinas Penerangan TNI AL di Jakarta, Kamis, menyampaikan ada dua tim yang dikerahkan untuk membantu evakuasi di dua lokasi banjir.

Dia mengatakan aksi cepat tanggap Lanal Batuporon itu untuk membantu masyarakat sekitar pangkalan TNI AL yang kesulitan juga sebagai tindak lanjut arahan pimpinan TNI AL yang menginstruksikan jajaran prajurit selalu siap sedia membantu penanggulangan bencana.

Beberapa alat yang dikerahkan Lanal Batuporon untuk evakuasi itu, di antaranya dua perahu karet dan dua truk, sementara personel yang dikerahkan ada 20 prajurit yang terbagi atas dua tim. Tim Siaga 1, yang dipimpin oleh Letda Laut (P) Suparjo, membantu evakuasi korban banjir di Kecamatan Arosbaya, sementara Tim Siaga 2, yang dipimpin oleh Letda Laut Agus Budiono, membantu evakuasi korban di Kecamatan Blega.

Prajurit TNI AL yang terlibat dalam evakuasi itu sejauh ini mengutamakan warga yang lanjut usia (lansia), balita, dan anak-anak. Evakuasi berjalan sejak Selasa (12/3) dan terus berlanjut sampai semua warga terdampak banjir dipindahkan ke tenda-tenda pengungsian.

Danlanal Batuporon, sebagaimana dikutip dalam siaran resmi yang sama, pun mengingatkan jajaran prajuritnya untuk menjaga kesehatan selama bertugas. "Kepada prajurit Lanal Batuporon agar tetap menjaga stamina dan keamanan personel dan material guna memberikan yang terbaik kepada masyarakat yang sedang terkena musibah banjir,” kata dia.

Banjir di dua kecamatan di Bangkalan terjadi akibat luapan sungai karena curah hujan yang tinggi selama tiga hari terakhir.

Tidak hanya di Bangkalan, sejak Senin (11/3), banjir merendam dua kabupaten lainnya di Pulau Madura yaitu Sampang dan Pamekasan. Banjir juga menutup akses jalan utama penghubung antara Sampang dengan Bangkalan, kemudian akses utama di Pamekasan tepatnya di Jalan Trunojoyo.

Di Blega, Bangkalan, per Rabu, air setinggi 30–40 centimeter masih merendam jalan utama yang menjadi penghubung antarkabupaten. Namun situasinya diperkirakan lebih parah untuk jalan-jalan menuju pemukiman warga yang dapat mencapai 2 meter, kata Kapolsek Blega Iptu Samsuri.

Baca juga: Perjalanan KA terganggu akibat banjir di Jalur Pantura Semarang
Baca juga: Hujan lebat, Kota Semarang dilanda banjir dan tanah longsor

Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono pada Rabu meninjau langsung beberapa lokasi banjir, termasuk salah satunya di Desa Kauman, Blega, Bangkalan. Dia mengatakan per Rabu seluruh kelompok masyarakat yang rentan, termasuk lansia, telah dievakuasi dari rumahnya. Dia juga memastikan kebutuhan para pengungsi pun terpenuhi, khususnya kebutuhan dasar seperti makanan. “Baik sahur dan buka puasa, atau bagi yang tidak berpuasa, jika di tengah-tengah ada yang membutuhkan, kita pastikan tercukupi. Kalau memang bisa dan memungkinkan, bisa langsung datang ke dapur umum di SMA Negeri 1 Blega,” kata Adhy.

Dia juga menyebut satu unit pompa juga digunakan demi membantu air yang merendam pemukiman cepat surut. “Ini kita sudah siapkan mesin pompa air dengan kapasitas 250 liter per detik. Masih baru dan fresh, dari Pasuruan kita pindahkan ke sini sampai nanti surut. Kalau hujan dan tergenang lagi, tetap kita standby-kan di sini,” kata Pj. Gubernur Jawa Timur.



 

Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024