Jakarta (ANTARA) - Pelatih Burnley Vincent Kompany jengkel ketika membahas kondisi keuangan klub yang merugi menjelang pertandingan penting melawan Everton di Goodison Park esok Sabtu.

The Clarets mengumumkan kerugian 27,9 juta pounds (Rp562,6 miliar) untuk periode kerja 2022-2023, dalam laporan terbaru mereka setelah terdegradasi pada akhir musim 2021-2022.

Di tengah kerugian finansial tersebut, Burnley juga terancam degradasi karena berada pada posisi 19 dengan 19 poin, terpaut enam poin dari zona aman dengan tujuh pertandingan tersisa.

Kompany pun terlihat gusar saat ditanyai mengenai kondisi keuangan klub. Dia menjawab, "Anda menanyakan hal ini kepada saya? Ini adalah satu pekan dengan tiga pertandingan. Dan dalam 48 jam kami akan menghadapi salah satu pertandingan terpenting musim ini."

“Apa manfaatnya bagi Anda dan saya jika yang dibahas isi rekening klub?" kata bekas bek Manchester City itu.

"Satu-satunya hal yang dapat saya sampaikan kepada Anda adalah, apakah kami terlihat khawatir, seperti tak bisa lagi tenang?" kata dia. "Biarkan kami fokus kepada pertandingan melawan Everton sekarang, itu yang penting.”

Burnley saat ini berada pada urutan kedua dari bawah, namun tidak terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir. Dengan demikian, Burnley sebenarnya pantas optimistis menjelang melawan Everton besok.

Baca juga: Tim Liverpool geser Arsenal dari puncak klasemen
Baca juga: Liverpool kalahkan Sheffield United skor 3-1

Kompany yang pada musim pertamanya menjabat mampu membawa Burnley kembali ke Liga Inggris setelah terdegradasi enggan membahas kemungkinan terburuk jika timnya harus kembali turun kasta.

“Kami tidak akan membicarakan hal itu sekarang,” kata pelatih asal Belgia itu. “Saya tidak tahu harus berkata apa, saya tidak memikirkannya saat ini."

"Kami punya tujuh pertandingan tersisa dan segalanya masih mungkin untuk dimenangkan," tutup dia.



 

Pewarta : Alviansyah Pasaribu
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024