Beijing (ANTARA) - Pemerintah China meminta pihak-pihak terkait untuk menahan diri setelah terjadinya serangan udara Iran menggunakan pesawat nirawak (drone) dan rudal terhadap Israel pada Sabtu (13/4).

"China menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi yang terjadi saat ini dan menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk bersikap tenang dan menahan diri untuk mencegah eskalasi lebih lanjut," demikian disampaikan melalui keterangan tertulis Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China dalam laman resminya yang diakses dari Beijing pada Minggu.

 

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa militer menembakkan puluhan drone dan rudal ke arah Israel pada Sabtu (13/4) sebagai tanggapan atas “banyak kejahatan” yang dilakukan Israel, termasuk serangan pada 1 April terhadap bagian konsuler Kedutaan Besar Iran di Damaskus.

 

"Situasi yang sedang berlangsung ini merupakan dampak terbaru dari konflik Gaza. Seharusnya tidak ada lagi penundaan dalam implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2728 dan konflik harus diakhiri sekarang juga," menurut pernyataan tersebut.

 

China pun menyerukan kepada komunitas internasional, terutama negara-negara besar untuk memainkan peran konstruktif bagi perdamaian dan stabilitas kawasan.

 

Serangan udara Israel pada 1 April terhadap fasilitas diplomatik Iran di Damaskus menewaskan sedikitnya tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran, termasuk dua jenderal tertinggi.

 

Iran menuding Israel melakukan serangan itu, dan berjanji untuk membalasnya.

 

Namun, Tel Aviv belum secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi selama berbulan-bulan mereka telah melakukan beberapa serangan terhadap sasaran Iran di Suriah. Iran dan Hizbullah, sekutu utamanya di Lebanon, mengatakan serangan itu tidak akan dibiarkan begitu saja.

 

Serangan tersebut mengakibatkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) akan mengadakan pertemuan pada Minggu waktu setempat, atas permintaan Israel.

 

 

 

Baca juga: Presiden AS tegaskan tidak akan ikut balas serangan Iran


Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor : Ahmad Khaerul Arham
Copyright © ANTARA 2024