Pertamina sebut tak ketergantungan BBM dari Timur Tengah
Sabtu, 20 April 2024 6:30 WIB
Manager Media and Stakeholder Management PT Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari memberi keterangan ketika ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Jumat (19/4/2024). ANTARA/Putu Indah Savitri
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa untuk saat ini relatif tidak ada ketergantungan dengan bahan bakar minyak (BBM) dari Timur Tengah. Hal itu ditegaskan ketika dikonfirmasi terkait adanya potensi gangguan suplai atau ketersediaan BBM menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah.
“Saat ini relatif tidak ada ketergantungan BBM dari Timur Tengah,” ujar Manager Media and Stakeholder Management PT Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari ketika ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Jumat.
Heppy mengatakan bahwa suplai BBM terus dijaga di level 20 hari dan telah diamankan dari produksi kilang dan kargo dari kawasan Asia.
“Pertamina Patra Niaga mengatur stok BBM di level yang optimum untuk mengantisipasi potensi disrupsi suplai,” kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Heppy menegaskan komitmen Pertamina untuk menjaga pasokan BBM dan LPG nasional. Selain itu, Pertamina juga berkomitmen untuk menyalurkan LPG dan BBM sesuai kebutuhan masyarakat guna mendukung kegiatan ekonomi dan konsumsi dalam negeri.
“Terkait harga BBM dan LPG, Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen mendukung kebijakan dan upaya pemerintah menjaga perekonomian nasional lebih stabil dan kondusif,” kata Heppy.
Terkait risiko kenaikan biaya akibat pelemahan nilai tukar, Pertamina melakukan sejumlah mitigasi seperti "hedging" nilai valuta asing, efisiensi biaya distribusi serta mencari sumber LPG dan BBM yang paling optimum.
“Dinamika harga yang fluktuatif ini telah dimitigasi agar tidak mengganggu operasional perusahaan,” kata Heppy.
Baca juga: Pertamina menerjunkan motoris hingga tim SPBU jalur "contraflow"
Baca juga: Kisah pekerja Pertamina jaga ketersediaan energi pada masa Lebaran
Pada Sabtu malam (13/4) lalu, Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan lebih dari 300 drone dan rudal ke Israel dalam serangan langsung pertamanya di wilayah Israel.
Serangan itu terjadi sebagai respons atas serangan udara mematikan Israel terhadap konsulat Iran di ibu kota Suriah pada awal April. Pada Jumat (19/4), Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran sebagai tanggapan atas serangan rudal dan drone Teheran pada akhir pekan, menurut laporan sejumlah media Iran.
Ledakan tersebut dilaporkan terjadi di dekat Kota Isfahan. Sistem pertahanan udara Iran merespons serangan sejumlah drone yang dilakukan di sejumlah provinsi di negara tersebut.
“Saat ini relatif tidak ada ketergantungan BBM dari Timur Tengah,” ujar Manager Media and Stakeholder Management PT Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari ketika ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Jumat.
Heppy mengatakan bahwa suplai BBM terus dijaga di level 20 hari dan telah diamankan dari produksi kilang dan kargo dari kawasan Asia.
“Pertamina Patra Niaga mengatur stok BBM di level yang optimum untuk mengantisipasi potensi disrupsi suplai,” kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Heppy menegaskan komitmen Pertamina untuk menjaga pasokan BBM dan LPG nasional. Selain itu, Pertamina juga berkomitmen untuk menyalurkan LPG dan BBM sesuai kebutuhan masyarakat guna mendukung kegiatan ekonomi dan konsumsi dalam negeri.
“Terkait harga BBM dan LPG, Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen mendukung kebijakan dan upaya pemerintah menjaga perekonomian nasional lebih stabil dan kondusif,” kata Heppy.
Terkait risiko kenaikan biaya akibat pelemahan nilai tukar, Pertamina melakukan sejumlah mitigasi seperti "hedging" nilai valuta asing, efisiensi biaya distribusi serta mencari sumber LPG dan BBM yang paling optimum.
“Dinamika harga yang fluktuatif ini telah dimitigasi agar tidak mengganggu operasional perusahaan,” kata Heppy.
Baca juga: Pertamina menerjunkan motoris hingga tim SPBU jalur "contraflow"
Baca juga: Kisah pekerja Pertamina jaga ketersediaan energi pada masa Lebaran
Pada Sabtu malam (13/4) lalu, Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan lebih dari 300 drone dan rudal ke Israel dalam serangan langsung pertamanya di wilayah Israel.
Serangan itu terjadi sebagai respons atas serangan udara mematikan Israel terhadap konsulat Iran di ibu kota Suriah pada awal April. Pada Jumat (19/4), Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran sebagai tanggapan atas serangan rudal dan drone Teheran pada akhir pekan, menurut laporan sejumlah media Iran.
Ledakan tersebut dilaporkan terjadi di dekat Kota Isfahan. Sistem pertahanan udara Iran merespons serangan sejumlah drone yang dilakukan di sejumlah provinsi di negara tersebut.
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Lombok Tengah minta kepala sekolah pegang amanah
30 January 2026 21:05 WIB
PWI NTB dan MIM Foundation salurkan sembako untuk korban banjir Lombok Tengah
30 January 2026 17:09 WIB
Main game saat jam pelajaran, Pelajar di Lombok Tengah terjaring razia Satpol PP
30 January 2026 8:02 WIB