Mataram, 18/6 (ANTARA) - Manajemen PT PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memprogramkan penambahan daya terpasang sebesar 35 Mega Watt (MW) di tahun 2010.
General Manager (GM) PT PLN Wilayah NTB, Mohamad Sofyan, kepada wartawan di Mataram, Kamis, mengatakan, program penambahan daya 35 MW itu sudah memasuki proses tender.
"Jika berjalan sesuai rencana maka awal tahun 2010 dapat direalisasikan," katanya.
Ia mengatakan, direncanakan penambahan masing-masing 10 MW untuk memperkuat jaringan listrik di sistem Sumbawa dan Bima dan 15 MW untuk sistem Lombok.
Namun, katanya, mesin pembangkit listrik untuk penambahan daya 35 MW di Pulau Sumbawa dan Lombok pada 2010 itu jenis diesel MFO atau pembangkit listrik tenaga diesel yang menggunakan bahan bakar MFO (Marine Fuel Oil).
"PLN dituntut menggunakan energi terbaharukan pengganti bahan bakar minyak (BBM) solar terkait program penghematan pemakaian energi listrik, sehingga penambahan mesin diesel untuk pembangkit listrik mengarah kepada bahan bakar MFO," ujarnya.
Selain itu, PT PLN juga tengah mengupayakan program lanjutan percepatan penyediaan energi listrik di wilayah NTB.
Manajemen PLN sudah mengusulkan ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk program 2 x 25 MW di Pulau Lombok dengan dukungan dana pinjaman luar negeri (loan) dari Korea.
"Lokasinya di Lombok belum ditetapkan karena program 2 x 25 MW itu diagendakan untuk tahun 2012," katanya.
Sofyan menambahkan, PLN juga tengah mengupayakan penyediaan energi listrik swasta berkapasitas 2 x 25 MW untuk kebutuhan listrik di wilayah NTB, namun diprogramkan di tahun 2013.
"Upaya penyediaan energi listrik di wilayah NTB terus berkelanjutan sesuai tuntutan kebutuhan riil," katanya.(*)