Nelayan Mataram sambut program penghapusan hutang
Jumat, 8 November 2024 13:15 WIB
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram sekaligus Plt Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Irwan Harimansyah. (ANTARA/Nirkomala)
Mataram (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, nelayan Kota Mataram menyambut program penghapusan hutang nelayan, petani, hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Irwan Harimansyah di Mataram, Jumat, mengatakan, ketika nelayan mendapat informasi terkait program itu, nelayan menyambut gembira.
"Para nelayan sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan dan terbebas dari hutang," katanya.
Akan tetapi, lanjutnya, sejauh ini pihaknya masih menunggu regulasi jelas terhadap program pemerintah tersebut, agar dapat dilakukan pemetaan kepada calon sasaran.
Baca juga: Nelayan di Mataram diimbau waspada anomali cuaca
Pemerintah baru menyampaikan program penghapusan hutang nelayan, petani, dan UMKM, namun regulasi turunannya belum diterima sehingga pihaknya belum tahu kriteria nelayan yang menjadi sasaran program tersebut.
"Semoga petunjuk teknis pelaksanaan bisa segera kami terima, agar kami juga cepat melakukan pendataan. Kasihan nelayan terutama yang berhutang di rentenir," katanya.
Data DKP Kota Mataram mencatat jumlah nelayan di Kota Mataram sekitar 1.400 orang. Tapi dari jumlah itu sekitar 900-1.000 orang diantaranya merupakan nelayan asli sisanya adalah buruh nelayan.
"Jadi yang 1.400 orang nelayan itu merupakan gabungan dari nelayan dan buruh nelayan," katanya.
Baca juga: Pemkot Mataram dan Kejaksaan edukasi nelayan Pantai Loang Baloq
Dari hasil evaluasi, sekitar 1.400 nelayan di Kota Mataram rata-rata memiliki hutang baik itu di koperasi, bank pemerintah, maupun di bank "rontok" atau rentenir.
"Untuk nilainya, sejauh ini belum kami tahu yang jelas ada pinjaman kecil dan besar," katanya.
Irwan Harimansyah yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, menambahkan, program penghapusan hutang nelayan, petani, dan UMKM, juga direspon positif oleh para petani di Kota Mataram.
Tapi untuk jumlah petani kemungkinan lebih kecil dibandingkan nelayan, sebab petani yang ada di Mataram rata-rata petani penggarap. Warga yang punya lahan sawah di Mataram sangat sedikit.
"Untuk pelaksanaan program ke petani, kami juga masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat," katanya.
Baca juga: Nelayan keluhkan harga ikan anjlok di Kota Mataram
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Irwan Harimansyah di Mataram, Jumat, mengatakan, ketika nelayan mendapat informasi terkait program itu, nelayan menyambut gembira.
"Para nelayan sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan dan terbebas dari hutang," katanya.
Akan tetapi, lanjutnya, sejauh ini pihaknya masih menunggu regulasi jelas terhadap program pemerintah tersebut, agar dapat dilakukan pemetaan kepada calon sasaran.
Baca juga: Nelayan di Mataram diimbau waspada anomali cuaca
Pemerintah baru menyampaikan program penghapusan hutang nelayan, petani, dan UMKM, namun regulasi turunannya belum diterima sehingga pihaknya belum tahu kriteria nelayan yang menjadi sasaran program tersebut.
"Semoga petunjuk teknis pelaksanaan bisa segera kami terima, agar kami juga cepat melakukan pendataan. Kasihan nelayan terutama yang berhutang di rentenir," katanya.
Data DKP Kota Mataram mencatat jumlah nelayan di Kota Mataram sekitar 1.400 orang. Tapi dari jumlah itu sekitar 900-1.000 orang diantaranya merupakan nelayan asli sisanya adalah buruh nelayan.
"Jadi yang 1.400 orang nelayan itu merupakan gabungan dari nelayan dan buruh nelayan," katanya.
Baca juga: Pemkot Mataram dan Kejaksaan edukasi nelayan Pantai Loang Baloq
Dari hasil evaluasi, sekitar 1.400 nelayan di Kota Mataram rata-rata memiliki hutang baik itu di koperasi, bank pemerintah, maupun di bank "rontok" atau rentenir.
"Untuk nilainya, sejauh ini belum kami tahu yang jelas ada pinjaman kecil dan besar," katanya.
Irwan Harimansyah yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, menambahkan, program penghapusan hutang nelayan, petani, dan UMKM, juga direspon positif oleh para petani di Kota Mataram.
Tapi untuk jumlah petani kemungkinan lebih kecil dibandingkan nelayan, sebab petani yang ada di Mataram rata-rata petani penggarap. Warga yang punya lahan sawah di Mataram sangat sedikit.
"Untuk pelaksanaan program ke petani, kami juga masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat," katanya.
Baca juga: Nelayan keluhkan harga ikan anjlok di Kota Mataram
Pewarta : Nirkomala
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tak ingin tertinggal, Dompu siapkan kapal dan dermaga wisata hiu paus Teluk Saleh
09 January 2026 21:00 WIB
Dinas Kelautan dan Perikanan NTB survei zona inti konservasi perlindungan hiu paus
02 September 2025 19:55 WIB
Alhamdulillah!! NTB raih penghargaan penataan ruang laut dari KKP.
27 September 2024 11:08 WIB, 2024
Terpopuler - Kota Mataram
Lihat Juga
Dinkes Mataram meminta masyarakat tak terpengaruh hoaks dan tolak vaksinasi HPV
10 August 2026 21:05 WIB