Abu erupsi Soputan sampai 7.500 meter
Minggu, 16 Desember 2018 13:19 WIB
Arsip Foto. Pemandangan Gunung Soputan menyemburkan awan panas dan material vulkanis terlihat dari Desa Noongan, Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu (7/2). Gunung Soputan mengalami erupsi pada Sabtu (6/2) dengan mengeluarkan pancaran lava, awan panas dan abu vulkanis setinggi 3.000 meter. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono
Jakarta (Antaranews NTB) - Gunung Soputan yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, sejak Minggu dini hari mengalami beberapa erupsi dan kolom abu dari erupsi yang teramati pukul 08.57 Wita tingginya ± 7.500 meter di atas puncak (± 9.309 meter di atas permukaan laut) menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api Soputan.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi ± 30 menit," kata PVMBG dalam keterangan tertulis yang diterima Antara melalui layanan perpesanan pada Minggu pagi.
PVMBG menyatakan bahwa aktivitas kegempaan masih tinggi dan masih tremor letusan menerus di gunung api yang saat ini dalam status Level III (Siaga) tersebut.
Pusat Vulkanologi mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius empat kilometer dari puncak gunung dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 6,5 kilometer, yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan seperti Ranowangko, Lawian, Popang dan Londola Kelewahu.
"Jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi terhadap gangguan saluran pernapasan," demikian PVMBG.
Baca juga:
Gunung Soputan meletus tiga kali sejak dini hari
Gunung Soputan erupsi, status Siaga
"Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi ± 30 menit," kata PVMBG dalam keterangan tertulis yang diterima Antara melalui layanan perpesanan pada Minggu pagi.
PVMBG menyatakan bahwa aktivitas kegempaan masih tinggi dan masih tremor letusan menerus di gunung api yang saat ini dalam status Level III (Siaga) tersebut.
Pusat Vulkanologi mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius empat kilometer dari puncak gunung dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 6,5 kilometer, yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan seperti Ranowangko, Lawian, Popang dan Londola Kelewahu.
"Jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi terhadap gangguan saluran pernapasan," demikian PVMBG.
Baca juga:
Gunung Soputan meletus tiga kali sejak dini hari
Gunung Soputan erupsi, status Siaga
Pewarta : Monalisa
Editor : Nirkomala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gunung Semeru hari ini alami 16 kali erupsi, tinggi letusan capai 1.100 meter
03 December 2025 10:28 WIB
Terpopuler - Lingkungan
Lihat Juga
FKIJK NTB dan MIM Foundation salurkan genset bagi penyintas banjir di Aceh
02 January 2026 15:01 WIB
Sembilan orang terseret banjir bandang di Agam, Sumatera Barat masih dalam pencarian
28 November 2025 13:35 WIB
BMKG prediksikan puncak musim hujan di Sulteng September hingga April 2026
16 September 2025 15:52 WIB