Mataram (ANTARA) - Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Nusa Tenggara Barat bersama MIM Foundation menyalurkan bantuan empat unit generator set (genset) untuk membantu penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang yang kehilangan akses listrik akibat bencana.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tamiang tidak hanya merendam rumah warga dan memutus akses jalan, tetapi juga menyebabkan pemadaman listrik di banyak desa. Kondisi tersebut membuat malam hari di lokasi pengungsian menjadi gelap, sunyi, dan menambah beban psikologis bagi para penyintas, terutama anak-anak dan lansia.

Pemadaman listrik terjadi di Kecamatan Bandar Pusaka yang meliputi Desa Rantau Bintang dan Desa Sunting, serta Kecamatan Rantau yang mencakup Kampung Landuh dan Kampung Durian. Dalam situasi darurat, ketiadaan listrik menyulitkan operasional posko pengungsian, dapur umum, tempat ibadah, hingga layanan kemanusiaan lainnya.

Melihat kondisi tersebut, FKIJK NTB bersama MIM Foundation menyalurkan bantuan genset sebagai upaya pemulihan awal untuk menghadirkan kembali penerangan di lokasi terdampak banjir. Bantuan disalurkan pada Selasa hingga Rabu, 30–31 Desember 2025, ke dua titik pengungsian dan dua masjid yang terdampak banjir di Aceh Tamiang.

Relawan MIM Foundation di Aceh, Dedy Kurniawan, mengatakan bahwa pemadaman listrik selama banjir sangat memengaruhi kondisi psikologis dan aktivitas warga di pengungsian.

"Ketika malam tiba dan listrik padam, suasana di pengungsian sangat memprihatinkan. Banyak anak-anak yang takut, orang tua sulit beristirahat, dan relawan juga kesulitan menjalankan pelayanan. Kehadiran genset ini sangat berarti, karena bukan hanya menyalakan lampu, tetapi juga menyalakan semangat warga," katanya.

Menurutnya, kehadiran genset langsung memberikan dampak nyata. Posko pengungsian kembali berfungsi optimal pada malam hari, aktivitas relawan dapat berjalan lebih efektif, dan warga merasakan kondisi yang lebih layak di tengah keterbatasan akibat bencana.

Selain bantuan listrik darurat, FKIJK NTB bersama MIM Foundation juga merencanakan pembangunan dan pengaktifan sumur bor sebagai sumber air bersih bagi warga terdampak. Upaya tersebut ditujukan untuk membantu penyintas kembali mengakses air bersih yang aman di tengah kondisi darurat.

Kolaborasi FKIJK NTB dan MIM Foundation ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat Nusa Tenggara Barat terhadap warga terdampak banjir di Aceh dan Sumatra, sekaligus upaya menghadirkan kembali harapan di tengah situasi bencana.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026