Peringatan BMKG: Waspada hujan lebat di Jawa tengah

id bmkg,prakiraan cuaca,hujan lebat,hujan deras,jawa tengah,jateng selatan,cilacap,cuaca rabu,Cuaca buruk di Jawa Tengah,BMKG Jateng

Peringatan BMKG: Waspada hujan lebat di Jawa tengah

Ilustrasi: Pengendara sepeda motor nekat berkendara saat hujan lebat disertai angin kencang dan petir terjadi di Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/Sumarwoto

Cilacap (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan, khususnya Kabupaten Cilacap dan sekitarnya.

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, di Cilacap, Rabu, mengatakan potensi hujan dipicu oleh beberapa dinamika atmosfer.

"Pantauan kami menunjukkan Indeks Dipole Mode (DMI) negatif tercatat hingga minus 1,27 sehingga meningkatkan curah hujan di Indonesia bagian barat. Selain itu terdapat gelombang Rossby Ekuatorial yang melewati Pulau Jawa serta tekanan rendah di Samudera Hindia barat daya Sumatera," katanya.

Berdasarkan data pada hari Senin (8/9), lanjutnya, wilayah Cilacap sempat diguyur hujan dengan intensitas sedang sebesar 23 milimeter setelah beberapa hari sebelumnya kondisi cuaca relatif cerah hingga berawan.

Sementara pada hari Selasa (9/9) curah hujan di wilayah perkotaan Cilacap yang terpantau di Stamet Tunggul tercatat 10 milimeter (masuk kategori ringan), Sidareja sebesar 64 milimeter (kategori lebat), Dayeuhluhur 85 milimeter (kategori lebat, Cimanggu 135 milimeter (kategori sangat lebat), dan Maos 35 milimeter (kategori sedang).

Baca juga: Ada tiga faktor pemicu hujan awet di NTB

Dalam tiga hari ke depan, kata dia, arah angin diprakirakan bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan 5-40 kilometer per jam, suhu udara berkisar 24-32 derajat Celsius, dan kelembapan udara mencapai 63-96 persen.

“Potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan,” katanya.

Terkait dengan hal itu, Teguh mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, maupun angin kencang.


Baca juga: Waspada potensi hujan petir, gelombang laut hingga banjir rob
Baca juga: Gelombang ekuatorial Rossby picu cuaca buruk di Bali

Pewarta :
Editor: Ahmad Khaerul Arham
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.