Mataram (Antaranews NTB) - Sebuah speed boat terbakar saat melintas di perairan Selat Lombok, Kamis (20/12) pukul 10.00 Wita. 

Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram menerima laporan kecelakaan pelayaran tersebut dari warga bernama Zen beberapa menit kemudian usai kejadian. 

Speed boat  dengan nama Gili Cat 2 warna putih biru POB 5 orang dengan panjang 12 meter terbakar 20 menit kemudian setelah bertolak dari Gili Nanggu, Kabupaten Lombok Barat, menuju Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, sekitar 3,5 nautical mil (Nm) dari bibir pantai Ampenan, Kota Mataram.

Menindak lanjuti laporan yang diterima, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan bergerak dari pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, menuju lokasi kejadian menggunakan kapal Rescue Boat 220 Mataram dan Rigit Inflatable Boat (RIB). 

Setelah melakukan pencarian, pukul 11.32 Wita, kelima korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, di sebelah barat sekitar 0,5 Nm dari lokasi kejadian. 

Seluruh korban dievakuasi menggunakan RIB dan  selanjutnya dipindahkan ke kapal Rescue Boat 220 Mataram. Mereka dibawa menuju pelabuhan Lembar dan diserahkan ke pihak Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Adapun data-data korban yang terdiri dari 2 anak buah kapal (ABK) atas nama M.) Anshori (34), dan Rahno (35), serta 3 penumpang atas nama Alex (40), dan Suyono (45), mengalami patah tulang pada kaki kiri, dan Salim (40) mengalami luka bakar pada lengan kanan.

Penyelamatan tersebut merupakan rangkaian simulasi dari Latihan SAR Daerah (Latsarda) dalam rangka penanganan kecelakaan pelayaran di perairan Selat Lombok yang diselenggarakan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram selama 2 hari. 

Latsarda ditutup oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya pada pukul 14.00 Wita di Pelabuhan Lembar. 

Sebelumnya, Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan yang diwaliki oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Ketut Gede Ardana,  membuka latihan gabungan tersebut di aula kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, Rabu (19/12).

Dalam sambutannya, Ardana mengatakan melalui latihan SAR daerah tersebut diharapkan mampu menghasilkan kesamaan langkah dan tindakan dalam pelaksanaan operasi SAR, khususnya kecelakaan pelayaran di wilayah kerja kantor SAR untuk dapat meningkatkan kecepatan pelayanan SAR (respon time).

Sebanyak 50 peserta dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, TNI, Polri, KKP, SROP, BMKG, KSOP, BPBD dan unsur terkait lain ikut di dalamnya. 

Usai pembukaan, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya menambahkan, tujuan diselenggarakannya latihan tersebut adalah untuk meningkatkan koordinasi dan manajemen operasi SAR khususnya pada kecelakaan pelayaran di wilayah NTB. (*)

Pewarta : -
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2024