Lombok Timur (ANTARA) - Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang lansia bernama Amirin (65), asal Desa Jeringo, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang hilang di kawasan hutan di daerah setempat dalam keadaan selamat.
"Korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR gabungan tadi siang," kata Koordinator Pos SAR Kayangan Lombok Timur Darwis di Lombok Timur, Selasa sore.
Ia mengatakan korban sebelumnya dilaporkan hilang saat memasuki kawasan hutan Lendang Bedurik di Desa Puncak Jeringo. Setelah pencarian intensif, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban pada pukul 12.50 WITA, sekitar 6 kilometer ke arah barat dari lokasi terakhir ia terlihat.
Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa bermula ketika Amirin memasuki area Hutan Lendang Bedurik pada Senin (9/2).
Baca juga: Jasad lansia yang hanyut di bendungan Lombok Timur ditemukan
Namun hingga petang hari ia tak kunjung kembali ke rumah. Warga setempat sempat berupaya melakukan pencarian mandiri, tetapi tidak membuahkan hasil. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Mataram untuk meminta bantuan pencarian.
"Setelah melakukan pencarian sejak pagi tadi, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban di tengah hutan dalam kondisi lemas namun selamat," ujarnya.
Faktor usia dan kelelahan diduga menjadi penyebab kondisi fisik korban menurun saat ditemukan.
"Kami segera memberikan penanganan medis awal sebelum dievakuasi," katanya.
Setelah berhasil dikeluarkan dari area hutan, korban langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga di Desa Jeringo.
Keberhasilan operasi SAR ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Kayangan (Kantor SAR Mataram), Unit SAR Lombok Timur, Personel Polsek Suwela, Polsek Sambelia, BPBD, perangkat Desa Puncak Jeringo, serta pihak kecamatan dan masyarakat setempat.
Baca juga: Wanita lansia tenggelam di sungai Lombok Timur
Baca juga: Target vaksinasi lansia di Lombok Timur mencapai 58 persen
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026