Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan fenomena rombongan jarang beli (Rojali) dan rombongan hanya nanya (Rohana) yang ramai diperbincangkan merupakan respons wajar dari konsumen terhadap ketidakpastian ekonomi beberapa bulan terakhir.
Menurut Mahendra, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta, Senin, kecenderungan masyarakat untuk menahan konsumsi dan bersikap lebih hati-hati merupakan reaksi alami terhadap situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
“Jadi pada saat terjadi kondisi yang lebih tidak pasti beberapa bulan terakhir ini, tentu banyak pihak yang lebih mengambil posisi untuk menimbang-nimbang sebelum mengambil keputusan,” katanya.
Ia mengatakan perilaku konsumen tersebut tak jauh berbeda dari sikap produsen atau investor dalam menghadapi ketidakpastian. Dalam kondisi seperti itu, semua pihak cenderung menunggu kejelasan sebelum melakukan langkah lanjutan, termasuk dalam hal pengeluaran atau investasi.
OJK optimistis bahwa dengan membaiknya arah kebijakan ekonomi dan meredanya ketidakpastian global, maka perilaku konsumsi masyarakat akan kembali pulih secara bertahap.
Maka dari itu, Mahendra mengatakan pentingnya sinyal kepastian bagi konsumen agar mereka merasa lebih percaya diri untuk kembali belanja.
“Saya rasa kalau itu terjadi di dalam konteks konsumen, saya rasa wajar saja. Tapi dengan kepastian yang sudah lebih jelas dengan hasil yang telah dicapai (sekarang), maka tentu sama dengan pihak produsen dan investor, maka konsumen pun akan memperoleh kepastian lebih baik terhadap keputusan untuk menentukan belanja lebih lanjut ke depan,” katanya.
Adapun Istilah “Rojali” dan “Rohana” merupakan akronim yang viral di media sosial. Istilah tersebut menggambarkan fenomena yang erat dikaitkan dengan pelemahan daya beli masyarakat.
Rojali adalah singkatan dari Rombongan Jarang Beli, menggambarkan kelompok masyarakat yang kerap mengunjungi pusat perbelanjaan namun jarang melakukan transaksi pembelian. Sementara Rohana, atau Rombongan Hanya Nanya, merujuk pada pengunjung yang aktif bertanya-tanya soal produk seperti harga, diskon, atau fitur, namun tidak jadi membeli.
Baca juga: OJK mendukung pembukaan kode domisili investor di akhir sesi 1 dan 2 BEI
Baca juga: Bank Amali siapkan pembiayaan CPMI ke Jepang, OJK NTB sambut baik
"Rojali", "Rohana" respons konsumen atas ketidakpastian ekonomi
Selasa, 5 Agustus 2025 5:14 WIB
Ilustrasi - Pengunjung melihat produk sepatu di mal Grand Indonesia. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww/am.
Pewarta : Bayu Saputra
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Bogor berkoordinasi kepolisian menguak jaringan remaja stop truk
17 January 2023 5:25 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Geopolitik bergejolak, Emas jadi raja: Permintaan dunia cetak rekor 5.002 Ton
06 February 2026 9:14 WIB
Harga emas Antam hari ini turun jadi Rp2.856.000 per gram, Jumat 6 Februari 2026
06 February 2026 9:12 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp2,988 juta/gr dan Galeri24 Rp2,974 juta/gr, Jumat 6 Februari 2026
06 February 2026 9:10 WIB