Jakarta (ANTARA) -

Desainer Wilsen Willim menonjolkan teknik tailoring --teknik potongan busana yang terstruktur dan presisi mengikuti bentuk tubuh-- dalam koleksi Lunar 2026.

Di sela peluncuran koleksi busananya di gerai Pendopo, Living World Alam Sutera, Tangerang Selatan, Kamis, ia menyampaikan bahwa teknik itu dipilih untuk menghadirkan busana dengan siluet lebih tegas dan garis desain bersih.

"Saya banyak main di tailoring. Pilihan baju yang tegas dan clean (bersih dan sederhana secara visual) tidak banyak. Saya ingin bawa sisi minimalis dan zen dari kultur Tionghoa," katanya.

Ia menjelaskan, teknik tailoring digunakan dalam pembuatan pakaian seperti jaket, atasan berstruktur, dan luaran dengan potongan presisi yang kokoh tetapi tetap nyaman dikenakan dalam aktivitas sehari-hari.

"Karena saya mendesain per item, baju-baju ini fleksibel dipakai dengan banyak kombinasi. Bisa dengan kain, bisa dengan celana, tetap masuk," katanya.

Wilsen menjadikan aksesori seperti kancing berbahan logam serta manik-manik dekoratif sebagai titik perhatian visual pada busana dalam koleksi barunya.

Baca juga: Parekraf sebut tak ada acara selama perayaan Imlek di Pecinan Glodok

"Kali ini yang menonjol justru aksesori. Kami pakai kancing Chinese, tapi materialnya besi, ada juga yang full metal, dan beads. Itu yang menurut saya masih jarang dimainkan," katanya.

Busana-busana dalam koleksi Lunar 2026 dibuat menggunakan material utama seperti katun dan jacquard, kain bermotif tenun dengan tekstur timbul.​​​​​​

Baca juga: Bapanas pastikan harga pangan di NTB stabil jelang Imlek, Ramadhan, dan Lebaran 2026

Wilsen mengatakan bahwa peminat koleksi busananya kebanyakan pasangan muda dan keluarga yang ingin tampil dengan busana senada pada masa perayaan.​​​​​​​

"Customer saya justru banyak young couples usia 30 sampai 40-an. Tahun ini terasa sekali pesanannya datang dari keluarga," katanya.