Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk memperdalam persahabatan dan kerja sama dengan Kuwait.
Dalam sambutannya pada peringatan Hari Nasional dan Pembebasan Kuwait di Jakarta, Kamis malam, Yassierli mengatakan bahwa Indonesia optimis tentang penguatan kerja sama lebih lanjut di sektor energi dengan Kuwait.
“Indonesia menantikan Forum Energi Indonesia-Kuwait ke-1, yang kami harapkan dapat diselenggarakan antara akhir semester pertama, atau awal semester kedua tahun ini,” kata Yassierli.
Menurutnya, Indonesia telah mencatat usulan dari pihak Kuwait untuk memfokuskan forum pada energi baru dan terbarukan, serta transisi energi di mana bidang-bidang tersebut menjadi prioritas bersama bagi kedua negara.
“Kami juga mengantisipasi menyaksikan kerja sama konkret lebih lanjut antara KUFPEC, PT Pertamina, dan Sinopec dalam proyek eksplorasi darat dan lepas pantai di Sulawesi,” ujarnya.
Yassierli menambahkan bahwa Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) telah aktif terlibat dalam proyek-proyek eksplorasi lepas pantai di blok Natuna, Seram, Buton, dan Anambas.
Yassierli juga menyebutkan perdagangan bilateral kedua negara menunjukkan hasil yang menjanjikan, di mana nilai perdagangan Januari–November 2025 mencapai 537 juta dolar AS (Rp9 triliun), meningkat sebesar 9 persen dibandingkan nilai perdagangan di periode yang sama pada 2024 sebesar 494 juta dolar AS (Rp8,3 triliun).
Baca juga: KPK sebut Irjen Kemenaker Roni Dwi absen dari pemanggilan
Sedangkan di bidang tenaga kerja, lanjut Yassierli, tercatat sekitar 2.850 WNI yang saat ini bekerja di Kuwait sebagai tenaga profesional dan pekerja terampil di sektor-sektor seperti minyak dan gas, kesehatan, dan perhotelan. Menurutnya, jumlah WNI yang bekerja di Kuwait itu mewakili sekitar 46 persen dari total komunitas Indonesia yang berjumlah sekitar 6.100 orang yang tinggal di Kuwait.
Selain itu, Yassierli mengatakan bahwa kemitraan kedua negara akan semakin diperkuat dengan penandatanganan perjanjian-perjanjian penting, seperti Perjanjian Investasi Bilateral dan Perjanjian Layanan Udara, serta Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Baca juga: Peluncuran SMAP dan SIKENCUR jadi langkah konkret Kemenaker
“Terkait Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-GCC, saya sangat berharap perjanjian tersebut dapat diselesaikan dalam tahun ini. Saya yakin bahwa penyelesaiannya akan semakin meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan GCC, termasuk Kuwait,” ujar Yassierli.
Kuwait memperingati Hari Nasional Kuwait ke-65 pada 25 Februari dan Hari Pembebasan ke-35 pada 26 Februari. Indonesia dan Kuwait sendiri telah menjalin hubungan diplomatik selama 58 tahun sejak hubungan formal dimulai pada 28 Februari 1968.