Lombok Timur (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) memusatkan peringatan Hari Jadi (HADI) ke-73 organisasi tersebut di Yayasan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (7/3).

Ketua Umum PBNW Dr. TGKH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani di Lombok Timur, Sabtu mengatakan pemilihan Anjani sebagai pusat kegiatan merupakan hasil musyawarah para tokoh dan pengurus organisasi guna memperkuat soliditas jamaah.

"Dipusatkan di Anjani agar kita semakin solid dan kompak. Setelah sebelumnya di Pancor dan Kalijaga, kini kita kembali ke Anjani yang memiliki nilai historis penting sebagai karya Ummuna Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid," katanya.

Ia menjelaskan bahwa momentum HADI ke-73 yang bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 Hijriah ini menjadi refleksi lebih dari tujuh dasawarsa pengabdian NW di bidang pendidikan, sosial, dan dakwah. Ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kembali semangat perjuangan jamaah dalam melanjutkan cita-cita organisasi yang didirikan Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Baca juga: Ratusan ribu warga Nahdlatul Wathan hadiri puncak Hari Jadi ke-70

Sementara itu, Ketua Panitia HADI NW ke-73, Syamsu Rijal, mengungkapkan bahwa persiapan acara puncak telah memasuki tahap final. Pihaknya memproyeksikan acara ini akan dihadiri oleh puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah di Nusantara.

"Insya Allah, jika tidak ada aral melintang, acara puncak pada malam 17 Ramadhan ini akan dihadiri oleh sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas kontribusi NW terhadap pembangunan bangsa," ujar Syamsu.

Rangkaian peringatan HADI ke-73 ini juga dimeriahkan dengan berbagai agenda strategis, di antaranya:

Baca juga: MA Muallimat NW Anjani rayakan Hari Jadi ke-26 di Lombok Timur

Pemasangan 73.000 bendera dan atribut organisasi di berbagai wilayah.

Seminar nasional tentang peran organisasi Islam dalam pembangunan.

Khataman Al-Qur’an se-Nusantara selama lima hari.

Webinar internasional bertema "Berakhlak dengan Al-Qur’an di Tengah Distraksi Digital".

Gerakan sosial pembagian 73.000 paket takjil secara serentak.

"Peringatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi akbar, melainkan momentum memperkuat komitmen organisasi dalam pengabdian kepada umat dan bangsa," pungkasnya.