"Revitalisasi sekolah ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam AstaCita keempat, yaitu membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan berdaya saing tinggi,"

Lombok Timur (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp105 miliar untuk revitalisasi sekolah di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), guna meningkatkan kualitas pendidikan.

"Revitalisasi sekolah ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam AstaCita keempat, yaitu membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan berdaya saing tinggi," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat acara peresmian revitalisasi satuan pendidikan di Lombok Timur, Minggu.

Ia menyebut acara yang disiapkan dalam waktu singkat itu sebagai bentuk kebahagiaan dan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.

"Dua program utama yang dijalankan Kemendikdasmen adalah revitalisasi dan digitalisasi sekolah," kata Mendikdasmen.

Ia mengatakan pada 2025 Kemendikdasmen mengalokasikan bantuan revitalisasi untuk 531 sekolah di NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan total nilai Rp527,575 miliar.

"Rinciannya PAUD 69 sekolah, SD 227, SMP 107, SMA 60, SMK 17, SLB 20, dan PKBM/SKB 11 sekolah," kata Mendikdasmen.

Ia mengatakan khusus di wilayah Kabupaten Lombok Timur program revitalisasi sekolah ini menyasar 87 sekolah dengan total anggaran Rp105 miliar.

"Program revitalisasi sekolah itu terdiri dari PAUD 7 sekolah, SD 36, SMP 19, SMA 9, SMK 12, dan SLB 4 sekolah," ucap Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Untuk program digitalisasi, lanjutnya, Kemendikdasmen telah mendistribusikan 7.080 perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Pintar (PID) ke sekolah di NTB dengan nilai Rp236,168 miliar.

"Di Lombok Timur saja, 1.739 IFP telah disalurkan dengan nilai Rp47,179 miliar. Seluruh proses revitalisasi dan digitalisasi 2025 telah selesai 100 persen," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Mendikdasmen menekankan tiga hal penting untuk memajukan pendidikan yaitu mindset untuk maju, mental yang kuat, dan misi yang tulus.

Baca juga: Sekolah Rakyat di Lombok Utara dirancang tahan gempa

Ia mengingatkan sarana prasarana dan teknologi tidak akan berarti tanpa guru yang berkualitas dan semangat belajar siswa.

“Guru adalah kunci, teknologi penting, sarana penting, tapi guru tidak bisa digantikan. Karena itu kami fokus pada kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru,” kata Mendikdasmen.

Baca juga: Bupati Dompu soroti siswa belum lancar membaca saat kukuhkan 42 kepsek

Ia berharap seluruh bantuan sarana, prasarana, dan IFP dapat dimanfaatkan maksimal oleh sekolah dan guru.

"Dengan kerja sama semua pihak, Kemendikdasmen menargetkan terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua sesuai arahan Presiden melalui AstaCita keempat," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

 

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026