Shopee Liga 1 2019: Boaz Solossa dilarang main dua laga
Selasa, 28 Mei 2019 3:41 WIB
Pesepak bola Indonesia Boaz Solossa (tengah) mencoba melewati hadangan sejumlah pesepak bola Mauritius dalam partai persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/9/2018). Indonesia berhasil menang dengan skor 1-0. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/kye
Mataram (ANTARA) - Komite Disiplin PSSI melarang penyerang Persipura Boaz Solossa bermain pada dua laga Liga 1 Indonesia 2019 karena menendang pemain Persela dalam pertandingan yang berlangsung Rabu (22/5).
PSSI dalam lamannya hari ini menyebutkan, Boaz juga dikenai denda Rp10 juta akibat perilakunya di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur tersebut.
Boaz harus absen pada pertandingan melawan PSS Sleman di Stadion Mandala, Jayapura, Jumat (31/5) dan melawan PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta di Makassar, Sabtu (15/6).
Komite Disiplin PSSI juga menjatuhkan hukuman kepada Persebaya berupa denda Rp100 juta karena dalam laga kontra Kalteng Putra di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (21/5) terjadi empat kali pelemparan botol dan penyalaan kembang api.
Denda juga diterapkan kepada Barito Putera karena erjadi pelemparan botol dan penyulutan kembang api di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, saat menghadapi Persija Jakarta di Liga 1, Senin (20/5). Mereka harus menunaikan denda Rp50 juta.
Baca juga: Kalteng Putra targetkan tiga poin saat melawan Badak Lampung FC
Denda Rp50 juta juga harus dibayar Madura United setelah dalam laga Liga 1 melawan uan rumah Persela Lamongan, Jumat (17/5), di Stadion Surajaya, Lamongan, mereka dianggap berperilaku buruk dengan mendapatkan lima kartu kuning.
Bali United didenda Rp30 juta usai terjadi pelemparan botol di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, ketika menjamu Persebaya, Kamis (16/5).
Terakhir, Manajer klub Borneo FC Andri Dauri Husain mendapatkan teguran keras setelah protes berlebihan ketika timnya melawan Bhayangkara FC di Liga 1 yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (16/5).
PSSI dalam lamannya hari ini menyebutkan, Boaz juga dikenai denda Rp10 juta akibat perilakunya di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur tersebut.
Boaz harus absen pada pertandingan melawan PSS Sleman di Stadion Mandala, Jayapura, Jumat (31/5) dan melawan PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta di Makassar, Sabtu (15/6).
Komite Disiplin PSSI juga menjatuhkan hukuman kepada Persebaya berupa denda Rp100 juta karena dalam laga kontra Kalteng Putra di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (21/5) terjadi empat kali pelemparan botol dan penyalaan kembang api.
Denda juga diterapkan kepada Barito Putera karena erjadi pelemparan botol dan penyulutan kembang api di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, saat menghadapi Persija Jakarta di Liga 1, Senin (20/5). Mereka harus menunaikan denda Rp50 juta.
Baca juga: Kalteng Putra targetkan tiga poin saat melawan Badak Lampung FC
Denda Rp50 juta juga harus dibayar Madura United setelah dalam laga Liga 1 melawan uan rumah Persela Lamongan, Jumat (17/5), di Stadion Surajaya, Lamongan, mereka dianggap berperilaku buruk dengan mendapatkan lima kartu kuning.
Bali United didenda Rp30 juta usai terjadi pelemparan botol di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, ketika menjamu Persebaya, Kamis (16/5).
Terakhir, Manajer klub Borneo FC Andri Dauri Husain mendapatkan teguran keras setelah protes berlebihan ketika timnya melawan Bhayangkara FC di Liga 1 yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (16/5).
Pewarta : Antara
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Pebulu tangkis Adnan/Indah tak temui kendala adaptasi di Malaysia Masters 2026
20 May 2026 19:54 WIB