Biji pala Sulawesi Utara tembus pasar Internasional
Jumat, 14 Juni 2019 13:09 WIB
Seorang pekerja menguliti buah pala di Kendari, Minggu (26/2). Pala tanpa kulit tersebut dijual seharga Rp 79 ribu per kilogram. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Mataram (ANTARA) - Provinsi Sulawesi Utara mengekspor biji pala ke Italia pada awal Juni 2019 menyusul permintaan dari negara tersebut cukup tinggi.
"Kali ini biji pala ke Italia sebanyak 11,3 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar 56.250 dolar AS," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara Jenny Karouw di Manado, Jumat.
Jenny menjelaskan biji pala khususnya dari Kepulauan Siau yang dikenal dengan Pala Siau sangat diminati oleh pembeli dari Eropa.
Ekspor biji pala ke Italia tersebut, kata dia, semakin mengokohkan komoditas tersebut sebagai penyumbang devisa yang cukup signifikan dari provinsi tersebut.
"Sejak dulu biji pala dan produk turunannya asal Sulawesi Utara memang diminati pasar luar negeri, termasuk Argentina dan negara lain di Benua Amerika, karena sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat, antara lain untuk rempah-rempah, rasanya yang sangat khas," katanya.
Selain Eropa dan Amerika, biji pala produksi Sulawesi Utara, lanjut Jenny, juga mulai diminati pasar Afrika.
"Minat tersebut ditandai dengan makin banyaknya permintaan ekspor pala dan bunganya ke berbagai negara di dunia. Ini menunjukan mutu komoditas pala di daerah ini cukup baik," katanya.
Oleh karena itu, ia berharap peluang ekspor tersebut dimanfaatkan petani biji pala untuk meningkatkan produksi dan kualitas agar komoditas tersebut semakin disukai masyarakat dunia.
Ia juga mengatakan biji pala yang banyak diekspor ke Eropa, Amerika, dan Afrika tersebut berasal dari Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sangihe, dan Talaud.
"Kali ini biji pala ke Italia sebanyak 11,3 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar 56.250 dolar AS," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara Jenny Karouw di Manado, Jumat.
Jenny menjelaskan biji pala khususnya dari Kepulauan Siau yang dikenal dengan Pala Siau sangat diminati oleh pembeli dari Eropa.
Ekspor biji pala ke Italia tersebut, kata dia, semakin mengokohkan komoditas tersebut sebagai penyumbang devisa yang cukup signifikan dari provinsi tersebut.
"Sejak dulu biji pala dan produk turunannya asal Sulawesi Utara memang diminati pasar luar negeri, termasuk Argentina dan negara lain di Benua Amerika, karena sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat, antara lain untuk rempah-rempah, rasanya yang sangat khas," katanya.
Selain Eropa dan Amerika, biji pala produksi Sulawesi Utara, lanjut Jenny, juga mulai diminati pasar Afrika.
"Minat tersebut ditandai dengan makin banyaknya permintaan ekspor pala dan bunganya ke berbagai negara di dunia. Ini menunjukan mutu komoditas pala di daerah ini cukup baik," katanya.
Oleh karena itu, ia berharap peluang ekspor tersebut dimanfaatkan petani biji pala untuk meningkatkan produksi dan kualitas agar komoditas tersebut semakin disukai masyarakat dunia.
Ia juga mengatakan biji pala yang banyak diekspor ke Eropa, Amerika, dan Afrika tersebut berasal dari Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sangihe, dan Talaud.
Pewarta : Antara
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Walhi berdayakan masyarakat kelola lingkungan melalui ekonomi Nusantara
30 April 2024 4:29 WIB, 2024
Tim Sheffield hadapi penalti dua poin jika terdegradasi ke Championship
12 April 2024 5:43 WIB, 2024
Pala Asia: Korsel melaju ke perempat final seusai singkirkan Arab Saudi
31 January 2024 7:09 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas UBS hari ini Rp2,998 juta/gr dan Galeri24 Rp2,981 juta/gr, Minggu 15 Februari 2026
15 February 2026 9:08 WIB
Harga emas Antam hari ini naik jadi Rp2,954 juta per gram, Sabtu 14 Februari 2026
14 February 2026 12:31 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr, Sabtu 14 Februari 2025
14 February 2026 8:53 WIB