Pengusaha Indonesia dukung Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap
Kamis, 20 Juni 2019 16:31 WIB
Sekitar 14 pengusaha Indonesia berfoto bersama dan mendukung Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap dengan memasang sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap yang difasilitasi oleh Xurya, startup lokal penyedia jasa pembangunan PLTS atap, Jakarta, Kamis (20/06/2019). (ANTARA News/Martha Herlinawati Simanjuntak)
Mataram (ANTARA) - Sekitar 14 pengusaha Indonesia mendukung Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap dengan memasang sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap yang difasilitasi oleh Xurya, startup lokal penyedia jasa pembangunan PLTS atap.
"Kami mendorong sektor komersial agar lebih banyak gunakan energi surya akan memberikan penghematan biaya energinya dalam jangka panjang," kata Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Andhika Prastawa dalam diskusi manfaat tenaga surya menurut pengusaha Indonesia yang bertemakan Atapku Sudah, Atapmu?, Jakarta, Kamis (20/6).
14 pengusaha tersebut adalah Bike Living, PT Bukit Jaya Semesta, Ciputra World 2 Jakarta, Dermaster, Grand Hyatt, PT Himawan Putra, Indonesia Utama Mineral, PT Mandala Multinvest Capital, PT Mega Manunggal Property TBK, PT Monde Mahkota Biskuit, PT Mulia Bosco Sejahtera, Plaza Indonesia Realty Tbk, Tokopedia dan Wisma 77.
Dengan komitmen ini, para pelaku sektor industri dan komersial tersebut mengajak para pelaku dunia usaha lain untuk menggunakan PLTS atap.
Baca juga: AESI dorong pelaku bisnis gunakan PLTS atap
Penggunaan sistem PLTS atap di kalangan usaha berpotensi untuk menurunkan emisi gas buang karbondioksida. Menurut Data Inventory Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Energi yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2016, emisi karbondioksida yang dihasilkan oleh sektor industri dan komersial sebesar 36 persen.
Founder Xurya Eka Himawan mengatakan jika dihitung dan dioperasikan dengan seksama, besar penghematan bagi bisnis dan industri bisa mencapai 30 persen dengan penggunaan PLTS.
Xurya berfokus pada pengadaan, operasional serta pemeliharaan instalasi sistem PLTS atap di Indonesia. Untuk mendorong pemanfaatan potensi energi surya, khususnya oleh pelaku sektor industri dan komersial, Xurya menawarkan Xurya Lease, sebuah skema di mana calon pengguna sistem PLTS atap mendapatkan opsi untuk dibebaskan dari kewajiban pembayaran "upfront cost", dan dapat membayar pada saat sudah mulai produksi listrik dari PLTS atap itu.
"Kami mengajak para sektor industri dan komersial lainnya untuk mulai menggunakan PLTS atap ," tuturnya.
Salah satu pelaku sektor komersial yang telah memasang PLTS atap adalah Tokopedia di Ciputra World 2 Jakarta. Vice President of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengatakan dengan mendukung Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap, pihaknya berharap dapat menjadi langkah maju dalam mendorong perkembangan dan implementasi energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap.
Baca juga: AESI: pemanfaatan energi surya belum maksimal meski berpotensi besar
"Kami mendorong sektor komersial agar lebih banyak gunakan energi surya akan memberikan penghematan biaya energinya dalam jangka panjang," kata Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Andhika Prastawa dalam diskusi manfaat tenaga surya menurut pengusaha Indonesia yang bertemakan Atapku Sudah, Atapmu?, Jakarta, Kamis (20/6).
14 pengusaha tersebut adalah Bike Living, PT Bukit Jaya Semesta, Ciputra World 2 Jakarta, Dermaster, Grand Hyatt, PT Himawan Putra, Indonesia Utama Mineral, PT Mandala Multinvest Capital, PT Mega Manunggal Property TBK, PT Monde Mahkota Biskuit, PT Mulia Bosco Sejahtera, Plaza Indonesia Realty Tbk, Tokopedia dan Wisma 77.
Dengan komitmen ini, para pelaku sektor industri dan komersial tersebut mengajak para pelaku dunia usaha lain untuk menggunakan PLTS atap.
Baca juga: AESI dorong pelaku bisnis gunakan PLTS atap
Penggunaan sistem PLTS atap di kalangan usaha berpotensi untuk menurunkan emisi gas buang karbondioksida. Menurut Data Inventory Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Energi yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2016, emisi karbondioksida yang dihasilkan oleh sektor industri dan komersial sebesar 36 persen.
Founder Xurya Eka Himawan mengatakan jika dihitung dan dioperasikan dengan seksama, besar penghematan bagi bisnis dan industri bisa mencapai 30 persen dengan penggunaan PLTS.
Xurya berfokus pada pengadaan, operasional serta pemeliharaan instalasi sistem PLTS atap di Indonesia. Untuk mendorong pemanfaatan potensi energi surya, khususnya oleh pelaku sektor industri dan komersial, Xurya menawarkan Xurya Lease, sebuah skema di mana calon pengguna sistem PLTS atap mendapatkan opsi untuk dibebaskan dari kewajiban pembayaran "upfront cost", dan dapat membayar pada saat sudah mulai produksi listrik dari PLTS atap itu.
"Kami mengajak para sektor industri dan komersial lainnya untuk mulai menggunakan PLTS atap ," tuturnya.
Salah satu pelaku sektor komersial yang telah memasang PLTS atap adalah Tokopedia di Ciputra World 2 Jakarta. Vice President of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengatakan dengan mendukung Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap, pihaknya berharap dapat menjadi langkah maju dalam mendorong perkembangan dan implementasi energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap.
Baca juga: AESI: pemanfaatan energi surya belum maksimal meski berpotensi besar
Pewarta : Antara
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamenkomdigi Nezar Patria sebut negara hadir untuk menjaga jurnalisme berkualitas
09 February 2026 18:30 WIB
Mentan Andi Amran tetapkan NTB sentra bawang putih untuk swasembada pangan
09 February 2026 17:41 WIB
Menbud Fadli Zon men jajaki kerja sama untuk penguatan aspek sejarah dengan UNAS
07 February 2026 13:43 WIB
Bulan K3 Nasional, Pelindo Lembar edukasi portir tentang keselamatan kerja
07 February 2026 4:43 WIB