Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan pengakhiran ketergantungan pasokan day old chick (DOC) atau bibit ayam dan pakan dari luar daerah melalui pengembangan industri unggas terintegrasi di Kabupaten Sumbawa.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, dominasi industri besar dari luar daerah yang menguasai hulu hingga hilir menimbulkan persoalan bagi sektor peternakan di NTB.

"Dengan kehadiran industri ayam terintegrasi, kami ingin mengakhiri ketergantungan dari luar daerah sekaligus memperkuat ekonomi NTB," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Jumat.

Iqbal mengungkapkan, ketergantungan pasokan bibit ayam dan pakan dari luar daerah membuat peternak lokal rentan terpengaruh fluktuasi harga, keterbatasan pasokan, serta posisi tawar yang lemah di pasar.

Baca juga: NTB perkuat kemandirian pangan lewat hilirisasi unggas

Ia menegaskan, program pembangunan industri unggas terintegrasi menjadi jawaban strategis atas peningkatan kebutuhan pangan yang menggeliat berkat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Permintaan sudah ada dan sangat besar. Sekarang tugas kami memastikan pasokan cukup agar tidak terjadi inflasi. Karena itu, fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat produksi," kata Iqbal.

Pemerintah NTB menyiapkan skema pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga 3 persen yang disubsidi terkhusus bagi sektor peternakan pendukung MBG.

Sebagai produsen jagung terbesar ketiga nasional, imbuh Iqbal, NTB memiliki keunggulan bahan baku pakan. Komoditas jagung menyumbang sekitar 50 persen komposisi pakan unggas.

Baca juga: BP2MI melatih PMI purna di Bima berwirausaha ternak unggas

Pemerintah NTB mendorong riset formulasi pakan berbasis sumber protein lokal, seperti kelor dan magot guna mengurangi ketergantungan impor bungkil kedelai.

"Kami ingin pakan 100 persen berbasis bahan baku NTB. Tidak ada lagi jagung kirim keluar, lalu kembali ke NTB dalam bentuk pakan dengan harga berlipat," ucap Iqbal.

Baca juga: NTB membentuk "satelit unggas" untuk dorong kemandirian telur

Pada 6 Februari 2026, pemerintah resmi memulai pembangunan industri ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui peletakan batu pertama di Kabupaten Sumbawa.

Program strategis tersebut digagas oleh Kementerian Pertanian bersama Danantara Indonesia dan BUMN Pangan dengan dukungan pendanaan nasional.

Inisiatif industri ayam dari hulu ke hilir menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem perunggasan nasional di luar Pulau Jawa sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Baca juga: Disnakeswan NTB tak rekomendasikan beternak ayam ras petelur
 

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026