NTB perkuat kemandirian pangan lewat hilirisasi unggas

id hilirisasi unggas,budidaya ayam,kemandirian pangan,nusa tenggara barat,kabupaten sumbawa

NTB perkuat kemandirian pangan lewat hilirisasi unggas

Peternak memberikan makanan untuk ayam di salah satu tempat peternakan ayam di Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/10/2025). Kementerian Pertanian memastikan pasokan dan distribusi bibit ayam di seluruh wilayah Indonesia dalam kondisi aman dan terkendali dengan produksi ayam ras pedaging per Oktober 2025 secara nasional mencapai 372.867 ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 325.641 ton sehingga terdapat surplus produksi sebesar 47.226 ton. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/YU

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen memperkuat kemandirian pangan daerah melalui pengembangan program hilirisasi unggas terintegrasi di Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Muhamad Riadi mengatakan hilirisasi unggas sebagai upaya mengurangi ketergantungan pasokan telur dan daging ayam dari luar daerah.

"Selama ini kebutuhan telur dan daging ayam dipasok dari luar NTB, sehingga program hilirisasi menjadi awal kebangkitan perunggasan di NTB," ujar Riadi di Mataram, Sabtu.

Proyek pembangunan fasilitas hilirisasi unggas tersebut berlokasi di kawasan Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (BPT-HMT) Serading, Kabupaten Sumbawa.

Riadi mengatakan pembersihan lahan dan pembangunan akses jalan sepanjang sekitar 700 meter dengan lebar 10 meter sesuai persyaratan teknis telah dilakukan di BPT-HMT Serading.

Baca juga: NTB membentuk "satelit unggas" untuk dorong kemandirian telur

Menurut dia, lokasi itu menjadi tempat pembangunan fasilitas parent stock layer atau pemeliharaan ayam sebagai tahap awal pengembangan program hilirisasi unggas daerah.

"Hilirisasi unggas juga untuk memenuhi kebutuhan daging ayam dan telur Program Makan Bergizi (MBG)," kata Riadi.

Lebih lanjut ia menyampaikan program hilirisasi unggas terintegrasi di NTB sepenuhnya dilaksanakan oleh perusahaan pelat merah yang bergerak dalam sektor agroindustri, yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Baca juga: Disnakeswan NTB tak rekomendasikan beternak ayam ras petelur

Kegiatan peletakan batu pertama hilirisasi unggas akan dilakukan serentak secara hibrida dan dilaksanakan bersama beberapa provinsi yang mendapat alokasi tahap pertama dan dibuka langsung Presiden Prabowo Subianto.

Nusa Tenggara Barat mendapatkan alokasi pembangunan 2 unit parent stock, 1 unit grand parent stock, 1 unit pakan, 5 unit pullet layer, 5 unit RPHU+CS, dan 1 unit fasilitas pengolahan daging serta 1 unit pengolahan telur.

"Sebanyak 16 unit bangunan itu tersebar di seluruh kabupaten dan kota di NTB sesuai dengan kesiapan lahan yang diusulkan dan setelah mendapat verifikasi oleh PTPN bersama mitra," pungkas Riadi.

Baca juga: NTB Kendalikan Inflasi dengan Kampung Ternak Unggas

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.