Mataram (ANTARA) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Mataram kembali menginisiasi kegiatan donor darah sebagai upaya menumbuhkan dan memperkuat solidaritas kemanusiaan, Sabtu (17/1).
Kegiatan yang melibatkan kader Partai Demokrat serta masyarakat umum tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi ketersediaan darah, khususnya bagi pasien yang membutuhkan.
Donor darah dilaksanakan bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 Wita di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Mataram, Jalan Arya Banjar Getas, Kecamatan Sekarbela.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Mataram M. Zakiy Mubarok mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian sejumlah agenda, antara lain peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, menyambut bulan suci Ramadhan, serta persiapan rapat kerja cabang partai.
“Setiap tetes darah yang kita sumbangkan, ada jiwa yang diselamatkan. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat menumbuhkan pribadi yang disiplin, berkomitmen, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” ujarnya.
Baca juga: Dua politisi muda daftar Pilkada Mataram lewat Demokrat
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Lombok Barat Haris Karnaen mengatakan, kebutuhan darah untuk rumah sakit di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok Barat dan Kota Mataram, mencapai sekitar 3.500 kantong per bulan. Namun, selama ini ketersediaan darah baru mampu memenuhi sekitar setengah dari kebutuhan tersebut.
“Karena itu kami mengedepankan strategi jemput bola untuk mengurangi beban keluarga pasien saat membutuhkan darah,” katanya di sela kegiatan donor darah.
Selain itu, UDD PMI Lombok Barat juga menjalin kerja sama dengan unit donor darah dari luar daerah untuk memenuhi kekurangan pasokan.
Haris menambahkan, jumlah penduduk usia produktif di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram mencapai sekitar 800 ribu jiwa. Jika 0,5 persen saja dari jumlah tersebut rutin mendonorkan darah setiap bulan, maka kebutuhan darah sebanyak 3.500 kantong dapat terpenuhi.
Menurutnya, donor darah kini telah menjadi gaya hidup, terutama di wilayah perkotaan, karena selain membantu sesama, kegiatan ini juga bermanfaat bagi kesehatan, di antaranya menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Bahkan, berdasarkan sejumlah penelitian, mereka yang rutin mendonorkan darah jarang mengalami anemia.
Baca juga: Tiga partai bentuk poros biru menghadapi Pilkada Mataram