Lombok Timur (ANTARA) - Ratusan warga dari Kecamatan Selong dan Sakra Timur melakukan aksi spontan membongkar ruas jalan provinsi di Batu Belek, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (tanggal).
Aksi ini dilakukan karena warga merasa lambatnya respons pemerintah provinsi maupun kabupaten terhadap keluhan mereka terkait tersumbatnya saluran irigasi. Gorong-gorong di lokasi yang kecil dan penuh tumpukan sampah menyebabkan aliran air terganggu, sehingga dikhawatirkan berdampak pada lahan pertanian.
Warga yang datang dari berbagai subak pengairan membawa cangkul, linggis, palu, dan mesin bor untuk membongkar jalan agar saluran irigasi dapat diperlebar.
"Kami terpaksa melakukan ini karena setahun lalu dijanjikan akan diperbaiki, tapi hingga kini tidak ada realisasi," kata para warga di lokasi pembongkaran.
Baca juga: Naik motor trail, Gubernur NTB pastikan perbaikan jalan provinsi di Sumbawa
Mereka menegaskan jika saluran irigasi tetap tersumbat, lahan pertanian mereka tidak bisa mendapatkan air secara maksimal. "Kami sudah muak dengan janji-janji, yang kami inginkan adalah realisasi cepat," tambah mereka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, H. Ahmad Dewanto Hadi, mengatakan pihaknya telah menerima laporan aksi tersebut dan telah memerintahkan pengawas turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi gorong-gorong.
"Memang gorong-gorongnya kecil dan banyak sampah menumpuk, sehingga aliran air tersumbat. Kami sudah bersurat ke provinsi, tapi belum ada realisasi," ujarnya.
Ahmad Dewanto Hadi menambahkan, masalah gorong-gorong menjadi kewenangan kabupaten, sementara ruas jalan merupakan kewenangan provinsi.
Baca juga: Progres pembangunan jalan Lenangguar-Lunyuk Sumbawa mencapai 65 persen
Baca juga: DPRD NTB ingatkan pengerjaan ruas jalan provinsi tidak molor
Baca juga: Jalan provinsi terputus akibat banjir menerjang tiga desa di Bima
Pewarta : Akhyar Rosidi/Dimyati
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026