Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka di Nusa Tenggara Barat (NTB) turun menjadi 2,99 persen pada Februari 2026 atau berkurang sebanyak 5,97 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pengangguran di NTB sebesar 2,99 persen. Jumlah itu turun dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 3,22 persen," kata Kepala BPS NTB Wahyudin di Mataram, Selasa.

Pada Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka di NTB sebanyak 102,63 ribu orang. Setahun kemudian turun menjadi 96,66 ribu orang.

Wahyudin mengatakan penurunan jumlah pengangguran sebesar 0,23 persen poin tersebut didorong oleh peningkatan jumlah penduduk yang bekerja, terutama di sektor pertanian dan industri pengolahan.

Menurutnya, serapan tenaga kerja yang meningkat pada sektor pertanian dipengaruhi penambahan luas panen padi dari 8,74 ribu hektare pada Februari 2025 menjadi 16,15 ribu hektare pada Februari 2026.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola pemerintah pusat juga turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Ekonomi NTB tumbuh 13,64 persen secara tahunan triwulan I

BPS mencatat jumlah pengangguran dari kalangan perempuan hanya sebesar 2,49 persen pada Februari 2026 atau turun dari 3,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka laki-laki berada di angka 3,37 persen dan relatif tidak mengalami perubahan.

Wahyudin menyebut keterlibatan tenaga kerja perempuan ke dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengelola program Makan Bergizi Gratis berpengaruh terhadap penurunan persentase pengangguran tersebut.

Baca juga: Tamu domestik dominasi hunian hotel di NTB pada triwulan I 2026

"Para pekerja SPPG mayoritas perempuan. Hal itu membuat tingkat pengangguran perempuan menurun," ucap dia.

Sementara itu menurut wilayah, tingkat pengangguran di kawasan perkotaan masih terbilang lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Data BPS memperlihatkan tingkat pengangguran perkotaan sebanyak 3,59 persen, sedangkan pedesaan hanya 2,22 persen.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026