"Transformasi ekonomi menjadi penting, karena kita tidak bisa menutup mata terhadap perkembangan zaman, namun juga tetap harus menjaga sektor ekonomi yang sudah ada,"

Dompu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Kabupaten Dompu mendorong Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, membuka ruang bagi pengembangan ekonomi digital sebagai upaya menekan angka pengangguran di daerah itu.

Kepala BPS Kabupaten Dompu, Ahwan Hadi mengatakan pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi dapat menjadi solusi konkret untuk menyerap tenaga kerja, terutama di tengah perubahan pola ekonomi masyarakat.

"Transformasi ekonomi menjadi penting, karena kita tidak bisa menutup mata terhadap perkembangan zaman, namun juga tetap harus menjaga sektor ekonomi yang sudah ada," ujarnya kepada ANTARA, Senin.

Ia menjelaskan, kehadiran platform digital seperti Grab dan Gojek di berbagai daerah telah terbukti mampu menciptakan peluang kerja baru, khususnya bagi masyarakat yang belum terserap di sektor formal.

Menurut dia, dengan jumlah pengangguran di Dompu yang diperkirakan masih mencapai sekitar 4.000 orang, pembukaan akses terhadap ekonomi digital dapat menjadi langkah strategis dalam memperluas lapangan kerja.

"Ekonomi digital memberikan fleksibilitas dan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk bekerja. Ini peluang yang perlu dimanfaatkan secara optimal," katanya.

Namun demikian, Ahwan menekankan pentingnya regulasi dan perlindungan bagi para pelaku ekonomi digital. Pemerintah daerah diharapkan dapat hadir memberikan kepastian hukum serta menjamin perlindungan bagi pekerja.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi pengembangan ekosistem digital, termasuk kemungkinan membangun sistem atau aplikasi lokal yang dapat mewadahi aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih terorganisir.

Selain itu, Ahwan menilai pergeseran transaksi dari sistem konvensional ke digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi daerah untuk beradaptasi agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

"Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Pemerintah daerah harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ini," ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pengembangan ekonomi digital harus berjalan seimbang dengan keberadaan pasar tradisional yang masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

"Pasar rakyat tetap harus dipertahankan. Konsepnya bukan menggantikan, tetapi berjalan paralel agar seluruh lapisan masyarakat tetap terakomodasi," kata Ahwan.

Ia menambahkan, sinergi antara penguatan ekonomi digital dan pelestarian sektor konvensional menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Dompu.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026