Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja nilai ekspor Nusa Tenggara Barat (NTB) melonjak signifikan menjadi 567,57 juta dolar AS pada Maret 2026 atau meningkat tajam sebanyak 9.162 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.
Kepala BPS NTB Wahyudin di Mataram, Senin, mengatakan nilai ekspor pada Maret 2025 tercatat sangat rendah hanya 6,13 juta dolar AS.
"Nilai ekspor yang meningkat secara signifikan itu didorong ekspor tambang berupa bijih tembaga dan konsentrat, serta ekspor non-tambang berupa tembaga dan perhiasan hasil industri smelter," ujar dia.
Kebijakan pelarangan ekspor konsentrat yang diterapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Januari sampai Oktober 2025 berpengaruh terhadap nilai ekspor Nusa Tenggara Barat yang digerakkan lapangan usaha pertambangan.
Wahyudin menjelaskan dari total nilai ekspor Maret 2026 tersebut komoditas barang galian atau tambang non migas masih mendominasi dengan nilai 522,65 juta dolar AS atau sebesar 92,09 persen.
Komoditas konsentrat tambang mineral asal Kabupaten Sumbawa Barat yang dikelola Amman Mineral diekspor ke berbagai negara tujuan, seperti Tiongkok dan Jepang.
Sementara itu, komoditas tembaga mencatat nilai ekspor sebesar 32,86 juta dolar AS atau setara 5,79 persen dari total ekspor dengan negara tujuan Thailand, Tiongkok, dan Malaysia.
Baca juga: Tamu domestik dominasi hunian hotel di NTB pada triwulan I 2026
Ekspor perhiasan atau permata turut menyumbang 9,57 juta dolar AS atau sekitar 1,69 persen dengan pasar utama Hongkong, Australia, dan Thailand.
Di sektor perikanan dan pangan olahan, imbuh Wahyudin, ekspor daging dan ikan olahan mencapai 1,07 juta dolar AS atau 0,19 persen dengan negara tujuan Amerika Serikat dan Singapura. Adapun komoditas ikan dan udang menyumbang 779.174 dolar AS atau 0,14 persen dengan pasar Amerika Serikat dan Puerto Rico.
"Ekspor bahan kimia anorganik tercatat sebesar 365.720 dolar AS dengan tujuan Tiongkok, serta ekspor komoditas lainnya sebesar 264.122 dolar AS ke berbagai negara," papar Wahyudin.
Baca juga: NTB alami deflasi bulanan 0,11 persen bulan April 2026
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, nilai ekspor Nusa Tenggara Barat secara kumulatif mencapai 707,92 juta dolar AS. Angka itu melejit 3.990 persen ketimbang periode yang sama kuartal I 2025 yang hanya sebesar 17,31 juta dolar AS.
Dominasi lapangan usaha pertambangan dalam struktur ekspor memperlihatkan ketergantungan tinggi Nusa Tenggara Barat terhadap komoditas berbasis sumber daya alam.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026