Mataram (ANTARA) - Bayangan perbukitan dengan di depannya perkebunan bawang putih milik penduduk menjadi teman saat itu. Malam itu, cuaca memang benar-benar bersahabat dengan langit yang cerah serta bintang bertaburan di langit.

Tinggal mencari posisi yang tepat untuk menjepret foto dengan latar belakang hitamnya perbukitan dan gugusan galaksi Bima Sakti yang dikenal dengan "Milky Way" atau "jalan susu" karena bentuknya gumpalan putih yang berkumpul menjadi satu menyerupai jalan di langit.

Daerah Sembalun, Lombok Timur yang berada di kaki Gunung Rinjani menjadi tempat yang tepat untuk mengabadikan Maha Karya Sang Pencipta itu. Di mana lokasinya di daerah paling tinggi di Pulau Lombok serta tingkat polusi cahayanya yang cukup rendah. Bahkan memotret di tepi jalan saja, dipastikan akan mendapatkan karya yang bagus asalkan jauh dari lampu perkampungan.

Paling tepat di lokasi yang mudah dijangkau di Sembalun itu, yakni, jalan yang menuju ke daerah Sembalun Bumbung karena di sana di kanan jalan terhampar perkebunan bawang putih sedangkan di sisi kanannya perbukitan gugusan Gunung Rinjani. Milky Way atau Bima Sakti dari Sembalun Bumbung, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (Riza Fahriza)
Tinggal bermodalkan kamera DSLR dan tripod bahkan telepon selular juga bisa digunakan. Tentunya butuh kesabaran dan memahami teknis fotografi serta harus paham kapannya kemunculan Milky Way.

Dalam wikipedia menyebutkan pengertian Bima Sakti yang berbahasa latin Via Lactea, merupakan galaksi spiral yang besar dengan memiliki 200 sampai 400 miliar bintang.

Penamaan Bima Sakti sendiri berasal dari tokoh pewayangan yang berkulit hitam yakni Bima. Karena Orang Jawa kuno melihatnya susunan bintang-bintang yang tersebar itu jika ditarik garis akan membentuk gambar Bima yang dililit ular.

Sedangkan orang Barat menyebutnya "milky way" karena melihat pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit.

Nah tertarikkah berburuh Bima Sakti atau Milky Way di kaki Gunung Rinjani?. Milky Way atau Bima Sakti dari Sembalun Bumbung, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (Riza Fahriza)
 

Pewarta : Antara
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024