Lapan sedang kembangkan teknologi radar cuaca ber-SNI
Jumat, 27 September 2019 23:20 WIB
Pemasang Radar Maritim dan Clinet Radar Cuaca di Labuan Bajo, NTT (Dok ANTARA Foto/)
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) sedang mengembangkan teknologi radar cuaca dan berupaya agar teknologi itu mendapatkan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Saat ini Lapan mengembangkan teknologi radar cuaca, dan saat ini sedang diupayakan untuk mendapatkan standar SNI," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin kepada wartawan, Jakarta, Jumat.
Teknologi tersebut untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terhadap informasi cuaca yang akurat dan mendukung upaya peringatan dini cuaca ekstrem serta dapat memberikan informasi cuaca yang detail dan komprehensif.
Thomas menuturkan PT Inti nantinya yang akan memproduksi produk teknologi radar cuaca tersebut.
Dengan adanya teknologi itu, maka diharapkan kebutuhan radar cuaca bisa dipenuhi oleh industri dalam negeri. Dari segi harganya pun bersaing daripada harga di pasar, ujarnya.
Produk penelitian dan pengembangan untuk radar cuaca itu tentu digunakan bukan hanya untuk kebutuhan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tapi juga dapat digunakan oleh pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan yang memerlukan informasi cuaca yang akurat seperti perusahaan pertambangan dan perusahaan perkebunan atau badan usaha lain.
Dia mengharapkan hasil penelitian dan pengembangan tersebut dapat terhilirisasi dapat memberikan informasi cuaca yang detail dan komprehensif
Sebelumnya Lapan telah menghasilkan produk hasil penelitian dan pengembangan yakni Santanu, yang merupakan Sistem Pemantauan Hujan berbasis radar hujan yang dimodifikasi dan dikembangkan dari radar kapal sehingga berbiaya rendah.
Radar tersebut mampu menyediakan data hujan secara berkelanjutan setiap dua menit.
Lapan juga memiliki mobile radar cuaca yang dapat berpindah-pindah tempat karena dipasang di atas bus. Keberadaan radar-radar tersebut diharapkan dapat mendukung sistem peringatan dini cuaca ekstrim.
"Saat ini Lapan mengembangkan teknologi radar cuaca, dan saat ini sedang diupayakan untuk mendapatkan standar SNI," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin kepada wartawan, Jakarta, Jumat.
Teknologi tersebut untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terhadap informasi cuaca yang akurat dan mendukung upaya peringatan dini cuaca ekstrem serta dapat memberikan informasi cuaca yang detail dan komprehensif.
Thomas menuturkan PT Inti nantinya yang akan memproduksi produk teknologi radar cuaca tersebut.
Dengan adanya teknologi itu, maka diharapkan kebutuhan radar cuaca bisa dipenuhi oleh industri dalam negeri. Dari segi harganya pun bersaing daripada harga di pasar, ujarnya.
Produk penelitian dan pengembangan untuk radar cuaca itu tentu digunakan bukan hanya untuk kebutuhan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tapi juga dapat digunakan oleh pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan yang memerlukan informasi cuaca yang akurat seperti perusahaan pertambangan dan perusahaan perkebunan atau badan usaha lain.
Dia mengharapkan hasil penelitian dan pengembangan tersebut dapat terhilirisasi dapat memberikan informasi cuaca yang detail dan komprehensif
Sebelumnya Lapan telah menghasilkan produk hasil penelitian dan pengembangan yakni Santanu, yang merupakan Sistem Pemantauan Hujan berbasis radar hujan yang dimodifikasi dan dikembangkan dari radar kapal sehingga berbiaya rendah.
Radar tersebut mampu menyediakan data hujan secara berkelanjutan setiap dua menit.
Lapan juga memiliki mobile radar cuaca yang dapat berpindah-pindah tempat karena dipasang di atas bus. Keberadaan radar-radar tersebut diharapkan dapat mendukung sistem peringatan dini cuaca ekstrim.
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua Gerindra Jawa Tengah Sudaryono Gerindra masuk radar PAN untuk cagub
12 July 2024 5:15 WIB, 2024
Lantamal X Jayapura menggunakan radar perketat pengamanan pasca rusuh PNG
15 January 2024 17:11 WIB, 2024
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024