KBRI Moskow menggelar pertunjukan gamelan "Night at the Museum"
Selasa, 5 November 2019 16:19 WIB
Sejumlah warga Rusia mempertunjukkan kebolehan mereka memainkan alat musik tradisional Indonesia Gamelan dalam acara "Night at The Museum" di The State Museum of Oriental Art Moskow, Rusian pada Minggu (3/11). ANTARA/HO/KBRI Moskow
London (ANTARA) - KBRI Moskow bekerja sama dengan The State Museum of Oriental Art menyelenggarakan “Malam Hari di Museum bersama Gamelan” di museum bersejarah tersebut beberapa waktu lalu.
Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana melalyi siaran pers yang diterima Selasa (5/11) mengatakan cuaca dingin Moskow yang mendekati 0 derajat Celsius diiringi hujan rintik pada tengah malam, tidak menghalangi warga Rusia datang ke museum untuk menonton pertunjukkan Gamelan.
"Ruang pertunjukan yang berkapasitas 110 tempat duduk pun penuh pengunjung yang sangat antusias yang tidak hanya datang dari kalangan orang tua, melainkan juga dari kelompok remaja, bahkan anak-anak," kata Enjay.
Pertunjukan tersebut dipersembahkan Tim Kesenian Gamelan Dadali binaan KBRI Moskow, yang mayoritas anggotanya adalah warga Rusia.
Mereka adalah Anna Dyurina (saron), Anton Pinchuk (saron), Ekaterina Kamilova (bonang penerus), Ekaterina Mednikova (kenong), Elizaveta Moskvina (demung), Nikita Serdyuk (gong), Larisa Lazareva (peking), Yulia Ryzhaya (bonang barung), dan Ekaterina Makanina (bonang barung).
Dari seluruh pemain gamelan, ada satu orang berkewarganegaraan Indonesia, yaitu Tri Koyo, yang merupakan pelatih di Tim Kesenian Gamelan Dadali. Tri memainkan kendang pada acara tersebut.
Adapun nomor-nomor yang dipentaskan antara lain Lancaran Singa Merah, Ladrang Sigra Mangsah dan Pangkur-Playon Sanga, Slendang Biru, Waru Doyong, Lancaran Bendrong dan Grodril, dan Ayak Ayak Talu.
"Kami mendengarkan konser gamelan yang sangat menarik dan luar biasa. Terima kasih banyak kepada KBRI Moskow dan tim kesenian yang telah mempersembahkan seni budaya yang indah di museum ini," ujar Wakil Pertama Direktur Jenderal The State Museum of Oriental Art, Tatyana Metaksa.
Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana melalyi siaran pers yang diterima Selasa (5/11) mengatakan cuaca dingin Moskow yang mendekati 0 derajat Celsius diiringi hujan rintik pada tengah malam, tidak menghalangi warga Rusia datang ke museum untuk menonton pertunjukkan Gamelan.
"Ruang pertunjukan yang berkapasitas 110 tempat duduk pun penuh pengunjung yang sangat antusias yang tidak hanya datang dari kalangan orang tua, melainkan juga dari kelompok remaja, bahkan anak-anak," kata Enjay.
Pertunjukan tersebut dipersembahkan Tim Kesenian Gamelan Dadali binaan KBRI Moskow, yang mayoritas anggotanya adalah warga Rusia.
Mereka adalah Anna Dyurina (saron), Anton Pinchuk (saron), Ekaterina Kamilova (bonang penerus), Ekaterina Mednikova (kenong), Elizaveta Moskvina (demung), Nikita Serdyuk (gong), Larisa Lazareva (peking), Yulia Ryzhaya (bonang barung), dan Ekaterina Makanina (bonang barung).
Dari seluruh pemain gamelan, ada satu orang berkewarganegaraan Indonesia, yaitu Tri Koyo, yang merupakan pelatih di Tim Kesenian Gamelan Dadali. Tri memainkan kendang pada acara tersebut.
Adapun nomor-nomor yang dipentaskan antara lain Lancaran Singa Merah, Ladrang Sigra Mangsah dan Pangkur-Playon Sanga, Slendang Biru, Waru Doyong, Lancaran Bendrong dan Grodril, dan Ayak Ayak Talu.
"Kami mendengarkan konser gamelan yang sangat menarik dan luar biasa. Terima kasih banyak kepada KBRI Moskow dan tim kesenian yang telah mempersembahkan seni budaya yang indah di museum ini," ujar Wakil Pertama Direktur Jenderal The State Museum of Oriental Art, Tatyana Metaksa.
Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah Rusia tetap patuhi perjanjian kemitraan strategis dengan Venezuela
10 January 2026 10:01 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
PLN NTB Dorong Literasi Kesehatan Anak Lewat Kolaborasi Mahasiswa Internasional
30 November 2025 23:16 WIB
Seni bercerita penting bagi komunikasi anak dan orang tua, kata Raffi Ahmad
16 November 2025 14:51 WIB
Ketua PBNU ajak santri & warga NU jangan kecil hati soal penghinaan pesantren
14 October 2025 15:34 WIB
Guru Besar IPB: Mega potensi ekowisata dimiliki Indonesia tak masuk unggulan Kabinet Merah-Putih
21 September 2025 8:38 WIB