Moskow (ANTARA) - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani menyampaikan bahwa Teheran mungkin bersedia mentransfer uranium yang telah diperkaya ke Rusia, demikian dilaporkan The New York Times pada Selasa, mengutip pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya.
Sebelumnya pada Senin (2/2) Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia telah mengusulkan untuk memindahkan kelebihan uranium yang diperkaya dari Iran sebagai salah satu opsi untuk meredakan kekhawatiran terkait program nuklir Iran.
Larijani menyampaikan pesan dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Iran dapat menyetujui transfer uranium yang telah diperkaya ke Rusia, tulis The New York Times.
Baca juga: Iran: Kesepakatan nuklir dengan AS bisa dicapai dalam waktu singkat
Iran juga dilaporkan siap untuk mengurangi atau menangguhkan program nuklirnya sebagai konsesi kepada Amerika Serikat, tetapi lebih memilih pembentukan konsorsium regional untuk produksi energi nuklir.
Pada 30 Januari, Larijani mengunjungi Moskow dan bertemu dengan Putin untuk membahas perluasan hubungan bilateral dan isu-isu yang berkaitan dengan Timur Tengah.
Pada Januari, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa sebuah “armada besar” sedang menuju ke Iran.
Trump menambahkan bahwa ia berharap Teheran bersedia bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang “adil dan seimbang” yang mencakup pengabaian total terhadap senjata nuklir.
Presiden AS itu memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran, setiap serangan AS di masa depan terhadap negara itu akan “jauh lebih buruk” dibandingkan serangan sebelumnya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Iran buka peluang perundingan nuklir dengan AS, Asal kepercayaan dipulihkan
Baca juga: Presiden Trump kukuh pertimbangkan serang Iran meski tiada ancaman langsung
Baca juga: Menlu Turki dan Menlu Iran bahas cara redakan ketegangan
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026