Mataram, 17/12 (ANTARA) - Pemerintah mempercepat pencapaian swasembada daging yang ditargetkan terealisasi pada 2010 melalui program kerja sama pemerintah pusat dan daerah potensial pengembangan ternak sapi.
Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan Departemen Pertanian, Tjeppy D. Soedjana, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), KH. M. Zainul Majdi, di Mataram, Rabu, menandatangani kerja sama pelaksanaan program percepatan pencapaian target swasembada daging sapi itu.
Penandatanganan nota kerja sama percepatan pencapaian swasembada daging sapi itu dilangsungkan usai upacara peringatan HUT ke-50 Pemerintah Provinsi NTB, di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB.
Dalam nota kerja sama itu, Dirjen Peternakan diharuskan mendukung pembiayaan program yang menjadi tanggungjawab bersama baik yang bersumber dari APBN maupun sumber-sumber lain yang tidak mengikat.
Dirjen Peternakan juga berkewajiban merumuskan strategi yang diperlukan dalam pelaksanaan program percepatan pencapaian swasembada daging sapi itu.
Kewajiban lainnya yakni mengkoordinasikan pelaksanaan program peningkatan populasi, produksi dan produktivitas sapi antara intansi teknis di pusat dan daerah serta pelaku usaha dalam pelaksanaan program percepatan pencapaian target swasembada daging sapi itu.
Sementara Gubernur NTB selaku kepala daerah di NTB berkewajiban meningkatkan populasi sapi potong agar mencapai 549.275 ekor dan daging sapi sebanyak 5.228,02 ton sampai tahun 2010.
Sebelumnya, Gubernur Majdi mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB akan terus berupaya meningkatkan pasokan ternak sapi dan kerbau untuk mendukung kebutuhan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor dari Australia dan Selandia Baru yang mencapai 450 ribu hingga 500 ribu ekor/tahun.
"Diupayakan pasokan ternak dari NTB untuk kebutuhan nasional lebih dari 34 ribu ekor yang sudah dicapai pada tahun 2007. Hal itu memungkinkan karena NTB cukup potensial menghasilkan ternak potong dan bibit," ujarnya.
Data versi Dinas Peternakan NTB, produksi ternak sapi dan kerbau di NTB saat ini lebih dari 70 ribu ekor/tahun, sebagian untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam daerah dan sebagiannya lagi diantarpulaukan ke Pulau Jawa untuk mendukung kebutuhan nasional.
Pada 2007, produksi ternak sapi dan kerbau untuk memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah NTB sebanyak 37 ribu ekor, sehingga sebanyak 34.050 ekor lebih baik ternak potong maupun bibit diantarpulaukan ke Pulau Jawa dan daerah lainnya.
NTB mengantarpulaukan ternak potong sebanyak 24.250 ekor, terdiri dari 16.300 ekor sapi dan 7.950 ekor kerbau. Ternak bibit yang diantarpulaukan sebanyak 9.800 ekor terdiri dari 7.800 ekor sapi dan 2.000 ekor kerbau.
Pasokan ternak untuk mendukung kebutuhan nasional itu, cukup memungkinkan karena potensi produksi ternak sapi dan kerbau di NTB dapat mencapai 2,6 juta ekor/tahun, meskipun hingga saat ini baru 35 persen yang dihasilkan.
Populasi ternak sapi yang menyebar di sembilan kabupaten/kota di wilayah NTB mencapai 481 ribu ekor dan kerbau sebanyak 156 ribu ekor.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026