Mataram, (ANTARA) - Nasabah Perum Pegadaian Ampenan, Kota Mataram, pada minggu pertama bulan suci Ramadhan 1432 Hijriyah ramai-ramai menebus barang jaminan terutama perhiasan emas untuk dipakai.
"Penebusan barang jaminan gadai mengalami peningkatan 20 persen," kata Pimpinan Cabang Perum Pegadaian Ampenan Anas di Mataram (9/8).
Ia mengatakan, pada awal puasa Ramadhan jumlah nasabah yang datang mencapai 230 orang per hari, meningkat dibandingkan dengan hari biasa rata-rata 180 orang.
"Pada awal puasa nasabah lebih banyak menebus barang jaminan,dan menjelang lebaran banyak yang menggadaikan barang terutama perhiasan emas," katanya.
Ia mengatakan, nilai tebusan setiap hari mencapai rata-rata Rp350 juta hingga Rp400 juta, sementara nilai gadai rata-rata Rp150 juta. Menjelang lebaran nasabah yang menggadaikan barang akan mengalami peningkatan.
Mengenai pinjaman yang macet di Pegadaian Ampenan, Anas mengatakan, kredit yang macet dan jaminan berupa barang berharga terpaksa dilelang relatif kecil, hanya satu persen, karena umumnya nasabah menggunakan barang jaminan berupa perhiasan emas yang kini harganya terus meningkat.
"Relatif kecil jumlah nasabah yang membiarkan jaminannya dilelang apalagiperhiasan emas, karena haragnya sekarang ini cukup tinggi mencapai Rp425.000 per gram. Para nasabah akan berupaya membayar bunga agar jaminannya tidak dilelang," ujarnya.
Menurut dia, omzet Pegadaian Ampenan selama semester pertama 2011 mencapai Rp143,5 miliar, meningkat sekitar 25 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010.
Anas mengatakan, nasabah Pegadaian Ampenan hingga kini masih didominasi pedagang kecil, sebagian kecil pegawai negeri sipil (PNS) dan nelayan, sedangkan jenis jaminan gadai yang terbanyak adalah emas mencapai 92 persen.
"Memasuki bulan suci Ramadhan, sebagian nasabah terutama dari kalangan pedagang kecilbanyak yang menggadaikan perhiasan emas untuk mendapatkan modal yang digunakan untuk membuka usaha kecil-kecilan seperti takjil untuk buka puasa," katanya.
Dia mengatakan, jaminan gadai tersebut akan ditebus kembali menjelang akhir puasa karena perhiasan emas akan dipakai pada saat Idul Fitri.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026