"Tiga kali kami "sweeping" ke sejumlah gudang distributor dan pedagang pengecer tapi belum ditemukan bukti "penimbunan". Pengawasan dilakukan bekerja sama dengan polisi," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Imam Maliki usai mengikuti dialog publik di Sumbawa Besar, Jumat.
Acara dialog publik yang disiarkan secara langsung oleh Radio Repubik Indonesia (RRI) Stasiun Mataram dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) NTB tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan hari ulang tahun (HUT) ke-53 Provinsi NTB yang akan digelar pada 17 Desember 2011 di Kabupaten Sumbawa.
Ia mengakui, stok semen di NTB, khususnya di Pulau Lombok, masih terbatas dan harganya sudah mencapai di kisaran Rp65 ribu hingga Rp75 ribu per zak (isi 50 kilogram) untuk jenis semen merek Tiga Roda.
Kelangkaan semen di NTB terjadi karena pasokan dari produsen mengalami hambatan. Kondisi itu terjadi sebagai akibat tingginya permintaan semen secara nasional pada akhir tahun anggaran.
"Permintaan semen secara nasional cukup tinggi pada akhir tahun anggaran 2011. Kapal pengangkut semen dari pabrik kewalahan melayani permintaan yang cukup tinggi dari seluruh daerah di Indonesia," ujarnya.
Maliki juga menyebutkan, peningkatan permintaan semen di NTB periode Januari-November 2011 mencapai 60,65 persen dibandingkan periode yang sama pada 2010.
Jumlah permintaan semen periode Januari-November 2011 mencapai 468.429 ton. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2010 sebanyak 291.577 ton.
Meningkatnya permintaan bahan bangunan tersebut karena NTB tengah membangun berbagai infrastruktur yang diharapkan bisa mendongkrak perekonomian daerah seperti pembangunan Bandara Internasional Lombok (BIL) di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah dan bendungan raksasa Pandandure di Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.
Infrastruktur lainnya adalah proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang, di Dusun Jeranjang, Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, dan proyek pembangunan gedung Islamic Center, di Kota Mataram, serta proyek pembangunan jalan dan jembatan di Pulau Sumbawa, NTB.
"Permintaan semen hingga saat ini masih cukup tinggi karena kontraktor yang mengerjakan berbagai proyek yang didanai APBN dan APBD harus segera menyelesaikan pekerjaannnya. Sementara di satu sisi pasokan semen belum lancar," ujarnya.
Selain menelusuri dugaan penimbunan, kata dia, pihaknya juga sudah berupaya meminta tambahan pasokan ke produsen melalui pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang memegang kendali sejumlah pabrik semen. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026