Mataram, 11/1 (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat mencatat nilai ekspor pada 2011 mencapai 1,039 miliar dolar Amerika Serikat.

  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Imam Maliki, di Mataram, Rabu, menyebutkan, nilai ekspor pada 2011 turun sebesar 44,24 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 1,864 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

  "Volume barang yang diekspor periode Januari-November 2011 mencapai 406.586,604 ton, mengalami penurunan sebesar 44,13 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 727.779,321 ton," ujarnya.

  Ia mengatakan, produk yang diekspor oleh 15 eksportir terdiri dari 27 komoditas dengan tujuan negara ekspor sebanyak 32 negara. Kegiatan ekspor dilakukan melalui tujuh pelabuhan muat.

  Ketujuh pelabuhan muat tersebut adalah Pelabuhan Benete, di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, dengan nilai ekspor mencapai 1,037 miliar dolar AS atau 99,91 dari total nilai ekspor, Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, senilai 1,085 dolar AS, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, senilai 540.376 dolar AS, Bandara Ngurah Rai, Denpasar, senilai 35.615 dolar AS.

  Pelabuhan lainnya adalah Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara, senilai 37.288 dolar AS, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, senilai 16.258 dolar AS dan Pelabuhan Waworada, Kabupaten Bima, NTB, senilai 231 dolar AS.

  Dari 27 jenis komoditas yang diekspor, kata Maliki, yang paling mendominasi perolehan devisa sebanyak lima jenis komoditas, yakni konsentrat tembaga senilai 1,037 miliar dolar AS. Konsentrat tembaga itu diekspor langsung melalui Pelabuhan Benete, di Kabupaten Sumbawa Barat.

  Sementara nilai ekspor mutiara bulat mencapai 1,113 juta dolar AS, kerajinan buah kering 200.687 dolar AS, kerajinan gerabah 108.773 dolar AS, kerajinan rotan 75.232 dolar AS dan komoditas lainnya sebanyak 22 jenis senilai 217.108 dolar AS.

  "Dari total nilai ekspor NTB, yang paling besar dominasinya adalah konsentrat tembaga, yakni mencapai 99,91 persen. Komoditas itu merupakan eksportasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Sisanya sebesar 0,09 persen merupakan komoditas non tambang," ujarnya.

  Maliki menyebutkan, negara tujuan ekspor pada 2011 sebanyak 32 negara. Lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 29 negara.

  Dari 32 negara tujuan ekspor, kata dia, tercatat empat negara yang mendominasi perolehan devisa, yakni Korea dengan nilai 471,280 juta dolar AS, Jepang 395,314 juta dolar AS, Jerman 131,017 dolar AS, Filipina 40,454 juta dolar AS, Hongkong 1,097 juta dolar AS dan 27 negara lainnya senilai 535.803 dolar AS. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026