Kepala BKP Provinsi NTB Hj Husnanidiaty Nurdin, di Mataram, Rabu, mengatakan data tersebut diperoleh dari berbagai instansi seperti PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Lembar, Kabupaten Lombok Barat dan PT Pelindo III Cabang Bima dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur.
"Data beras keluar NTB juga kami peroleh dari UPP Kelas III Sape, Kabupaten Bima, Kantor Pelabuhan Bima, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sumbawa Besar, dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram," katanya.
Selain beras, kata dia, komoditas hasil pertanian di NTB yang juga dijual ke luar daerah hingga Mei 2012, adalah gabah sebanyak 154 ton, jagung sebanyak 37.319 ton, kedelai 2.027 ton, bawang merah 3.034 ton, kacang tanah 673 ton, kacang hijau 185 ton, cabai tujuh ton dan bawang putih tujuh ton.
BKP NTB juga mencatat jumlah pengiriman sapi potong dari NTB ke luar daerah hingga Mei 2012 mencapai 12.056 ekor, dan kerbau potong sebanyak 3.170 ekor.
Menurut Husnanidiaty, pihaknya saat ini tengah berupaya melakukan pendataan terhadap berbagai komoditas yang keluar dari pelabuhan karena ada indikasi komoditas hasil pertanian NTB, terutama gabah dan beras banyak yang dijual ke provinsi lain tetapi tidak masuk dalam pendataan.
Selain melakukan pendataan di jalur pelayaran resmi, kata dia, pihaknya juga berupaya melakukan pendataan beras yang keluar dari pelabuhan rakyat yang dijadikan sebagai sarana perhubungan alternatif untuk perdagangan.
Kegiatan pendataan di pelabuhan rakyat dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten/kota.
Upaya tersebut juga dalam rangka mendukung terwujudnya target produksi dua juta ton gabah kering giling (GKG) yang dibebankan pemerintah pusat kepada NTB pada 2011.
"Hampir setiap tahun khususnya pada musim panen, gabah NTB keluar ke sejumlah provinsi di Indonesia. Namun tidak ada data valid mengenai berapa volume gabah yang keluar dari daerah ini," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026