Lombok Tengah, (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadikan Dusun Bunmudrak, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, sebagai desa mandiri ekonomi untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat setempat.

  Kepala BI Perwakilan NTB H M Junaifin, di Sukarara, mengatakan, program pembentukan desa mandiri ekonomi tersebut sebagai salah satu upaya mendukung Pemerintah Provinsi NTB mengentaskan kemiskinan di wilayah perdesaan.

  "Program ini juga sebagai salah satu cara memancing lembaga lain untuk berbuat yang sama dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perdesaan yang memiliki potensi ekonomi dan kearifan lokal," ujarnya di sela kunjungan ke lokasi desa mandiri ekonomi bersama sejumlah wartawan.

  Ia mengatakan, Dusun Bunmudrak, Desa Sukarara, dijadikan sebagai proyek percontohan desa mandiri ekonomi karena masyarakat di daerah itu rata-rata memiliki sapi dan menggeluti usaha kain tenun tradisional.

  Ikatan Pegawai Bank Indonesia (Ipebi) tertarik dengan potensi desa tersebut dengan menyalurkan bantuan modal untuk pengembangan ekonomi kreatif pada 2010 sekitar 300-an juta.

  Namun dana bantuan Ipebi tersebut belum terlalu berdampak terhadap pengembangan ekonomi kreatif, sehingga BI Perwakilan NTB kembali menyalurkan dana bantuan senilai Rp275 juta pada 2011.

  Dana tersebut dialokasikan untuk membangun kandang sapi, kandang kambing etawa, pembangunan penampungan kotoran sapi untuk dijadikan energi biogas dan pembangunan mushala.

  Junaifin didampingi Hubungan Masyarakat (Humas) BI Perwakilan NTB Hendik Sudaryanto, mengatakan pihaknya juga memberikan pelatihan kepada para kelompok ternak cara menciptakan energi biogas dan melatih kaum perempuan agar lebih kreatif dalam membentuk motiv dan warna kain tenun tradisional yang diproduksi.

  "Kami tidak memberikan dana bantuan secara tunai, tapi kami memberikan dalam bentuk bahan bangunan dan teknologi tepat guna, serta pembinaan berkelanjutan. Kami tidak ingin membiasakan masyarakat menerima bantuan uang tunai," ujarnya.

  Humas BI Perwakilan NTB Hendik Sudaryanto, mengatakan pihaknya juga akan menyalurkan dana bantuan senilai Rp275 juta pada 2012. Dana itu dialokasikan untuk membuat pabrik pakan mini yang mendukung usaha pengembangan sapi.

  Dana itu juga diarahkan untuk melatih kaum perempuan membuat produk pangan olahan serta membuat contoh produk ekonomi yang bisa dilihat oleh wisatawan yang berkunjung ke desa ekonomi mandiri tersebut.

  Menurut dia, program desa mandiri ekonomi tersebut melibatkan empat kelompok berbeda, yakni kelompok peternak sapi, kelompok peternak kambing etawa, kelompok perempuan yang memproduksi kain tenun dan kelompok perempuan yang memproduksi pangan olahan.

  Seluruh anggota kelompok tersebut diarahkan untuk gemar menabung. Sebagian anggota kelompok sudah ada yang menabung di organisasinya karena belum memiliki rekening bank.

  Namun ke depan, pihaknya mendorong agar kelompok masyarakat tersebut bisa membentuk koperasi dan berhubungan dengan perbankan, seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI).

  "Kami berharap nantinya desa ini bisa menjadi salah satu desa wisata di NTB, sehingga ramai dikunjungi para wisatawan. Apalagi lokasinya dekat dengan jalur menuju Bandara Internasional Lombok," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026