Sementara permintaan selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1434 Hijriyah semakin meningkat
Mataram,(Antara) - Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram Bambang Juni Wartono mengatakan kenaikan harga daging ayam broiler hingga mencapai Rp38 ribu per kilogram disebabkan karena keterbatasan stok DOC broiler, sehingga pasokan menurun.

"Sementara permintaan selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1434 Hijriyah semakin meningkat," katanya di Mataram, Rabu.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dalam hal ini Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Bidang Peternakan Kota Mataram.

"Kami sudah meminta ke Bidang Peternakan untuk melakukan komunikasi dengan mitra binaannya penghasil DOC ayam pejantan," katanya.

Menurutnya, jika hal ini tidak segera diambil tindakan, dikhawatirkan harga ayam broiler akan semakin naik.

"Kita berhadap dengan adanya peran serta dari SKPD terkait harga ayam broiler bisa berangsur-angsur turun," katanya.

Bambang juga mengimbau kepada semua masyarakat agar tidak panik dengan kondisi kenaikan harga di pasaran. Apalagi saat ini pemerintah sedang melakukan langkah-langkah antisipasi baik untuk jangka pendek maupun jangka pajang.

"Kepanikan masyarakat dapat disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu," katanya.

Yulianti (35) salah seorang ibu rumah tangga di Mataram mengakui tingginya kenaikan harga ayam broiler yang mencapai Rp38 ribu perkilogram membuat dirinya berfikir membeli daging ayam.

"Padahal biasanya saya membeli Rp25 ribu hingga Rp28 ribu perkilogram," katanya.

Dia mengakui, tingkat konsumsi daging ayam dan sapi di bulan Ramadhan dalam keluarganya meningkat jika dibandingkan di luar bulan puasa.

"Namun untuk mengimbangi kenaikan harga daging ayam, saya beralih ke ikan laut atau ikan budidaya air tawar lainnya," katanya. ***3***



Masduki Attamami

(T.KR-SZH/B/M008/M008) 17-07-2013 13:39:21

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026