Jika Mataram berhasil lolos dalam tahap penilaian, maka kota ini masuk ke delapan besar, selanjutnya kembali akan bertarung ke lima besarMataram,(Antara) - Usaha Kecil Menengah (UKM) "Beriuk Maju" Lingkungan Pondok Prasi Ampenan Kota Mataram berberhasil mewakili Nusa Tenggara Barat dalam Lomba UKM bidang pengelolaan hasil perikanan.
"Kegiatan ini merupakan program dari Kementerian Perikanan dan Kelautan RI," kata Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Mataram Lalu Alwan Basri di Mataram, Sabtu.
Alwan yang ditemui usai penerimaan dua orang tim penilai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI mengatakan, dalam lomba ini Kota Mataram bersaing dengan 42 UKM dari 21 Provinsi di Indonesia.
"Jika Mataram berhasil lolos dalam tahap penilaian, maka kota ini masuk ke delapan besar, selanjutnya kembali akan bertarung ke lima besar," katanya.
UKM yang masuk lima besar, sambungnya, akan dinyatakan sebagai juara satu, dua, tiga dan harapan satu dan dua, berhak mendapatkan penghargaan "Adikarya Mina Bahari" yang akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Nusantara pada Desember 2013.
"Oleh karena itu, kita berharap dengan adanya penilaian ini, Kota Mataram dapat masuk delapan besar dan menuju lima besar," katanya.
Menurutnya, dalam lomba ini terdapat tiga kategori penilaian, pertama aspek produksi, pemasaran dan manajemen pengelolaan keuangan.
"Terpilihnya UKM `Beriuk Maju` karena memiliki tiga kriteria itu," katanya.
Ia mengatakan, dari 20 UKM binaan yang mengelola hasil perikanan, UKM "Beriuk Maju" saat ini memiliki hasil produksi unggulan yakni abon ikan.
"Abon ikan hasil produksi dari UKM `Beriuk Maju`, sudah bisa memasuki pasar modern, bahkan sering menjadi oleh-oleh khas Kota Mataram," katanya.
Sebab, katanya, selain memiliki berbagai cita rasa, olahan abon ikan ini juga sudah memiliki kemasan yang menarik sehingga layak dijual ke pasar modern.
Dia mengatakan, dua tim penilai dari kementerian Kelautan dan Perikanan diterima oleh para anggaota UKM "Beriuk Maju", juga di hadiri oleh Ketua PKK Kota Mataram Hj. Suryani Ahyar Abduh.
Setelah melakukan penilaian terhadap tiga kriteria yang ditetapkan, tim penilai mengingatkan agar para anggota UKM tidak mengabaikan masalah manajemen administrasi keuangan, karena biasanya industri rumahan sering kali menganggap masalah administrasi keuangan adalah masalah sepele.
"Padahal sebaliknya, administrasi keuangan merupakan hal terpenting dalam mengembangkan usaha, sehingga kegiatan yang dilakukan saat ini bisa menjadi mata pencaharian utama agar dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan, bukan sebaliknya hanya sekedar usaha sampingan," katanya.
Pewarta : Siti Zulaeha
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026