"Sampai akhir 2014 rasio elektrifikasi sudah mencapai 66,51 persen, dan diupayakan penambahan sambungan baru di kalangan rumah tangga bisa mencapai lebih dari 70 persen di akhir 2015"Mataram, (Antara NTB) - Perusahaan Listrik Negara Wilayah Nusa Tenggara Barat menargetkan 80 ribu pelanggan baru pada 2015, agar bisa mencapai rasio elektrifikasi atau ketersediaan listrik di provinsi itu sebesar 70 persen.
"Sampai akhir 2014 rasio elektrifikasi sudah mencapai 66,51 persen, dan diupayakan penambahan sambungan baru di kalangan rumah tangga bisa mencapai lebih dari 70 persen di akhir 2015," kata General Manager Perseroan Terbatas (PT) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Dwi Kusnanto, di Mataram, Rabu.
Rasio elektrifikasi menandakan tingkat perbandingan jumlah penduduk yang menikmati listrik dari jumlah penduduk di wilayah itu. Rasio elektrifikasi sangat berhubungan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.
Ia mengatakan sebanyak 80 ribu pelanggan baru tersebut termasuk dari bagian program penerangan untuk 12 desa di NTB, yang sebagian besar rumah tangganya belum menikmati energi listrik dari PLN.
Menurut Dwi, pihaknya terus berupaya untuk memenuhi permintaan masyarakat akan energi listrik yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Untuk melayani permintaan yang semakin tinggi tersebut, diharapkan tiga unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jeranjang, di Kabupaten Lombok Barat, bisa beroperasi penuh pada 2015.
Selain itu, PT PLN Unit Induk Pembangunan XI akan membangun PLTU di dua kabupaten/kota pada 2015 untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di NTB.
Dua daerah yang menjadi lokasi pembangunan PLTU, masing-masing di Kecamatan Tanjung Karang, Kota Mataram dan Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok Timur.
PLTU yang akan dibangun di Sambalia, kapasitasnya sebesar 2 X 50 mega watt (MW), dan di Bagek Kembar, Kecamatan Tanjung Karang sebesar 3 X 30 MW.
"Meskipun saat ini masih ada defisit energi listrik ketika beban puncak, tapi kami tetap optimistis mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di NTB, setiap tahun," katanya.
Dwi mengatakan sistem kelistrikan di NTB, khususnya di pulau Lombok, masih mengalami defisit listrik 15-20 mega watt akibat belum beroperasi salah satu unit PLTU Jeranjang di Kabupaten Lombok Barat.
"Daya yang ada saat ini sebesar 163 mega watt dari seharusnya 185 mega watt. Artinya kita masih mengalami defisit listrik 15-20 mega watt," katanya. (*)
Pewarta : Awaludin
Editor:
Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026