Petenis Djokovic pastikan sebagai petenis peringkat satu dunia

id novak djokovic,peringkat satu dunia,tenis,peringkat satu dunia atp,ATP Finals

Petenis Djokovic pastikan sebagai petenis peringkat satu dunia

Petenis Serbia Novak Djokovic mengembalikan bola ke arah lawannya petenis Denmark Holger Rune dalam pertandingan babak perempat final turnamen Tenis ATP Masters 1000 Paris Masters di​​​​​​​ AccorHotels Arena, Paris​​​​​​​, Prancis, Sabtu (4/11/2023). Petenis unggulan pertama tersebut lolos ke semifinal setelah mengalahkan Holger Rune dengan skor 7-5, 6-7 (3-7), 6-4. ANTARA FOTO/Reuters/Stephanie Lecocq/nym.

Bandung (ANTARA) - Novak Djokovic memastikan menutup tahun sebagai petenis peringkat satu dunia untuk kedelapan kalinya setelah menang 7-6 (7/4), 6-7 (1-7), 6-3 atas Holger Rune pada pertandingan pertamanya di ATP Finals, Minggu (12/11).
 

Juara Grand Slam 24 kali itu hanya memerlukan satu kemenangan atau rivalnya Carlos Alcaraz menderita kekalahan untuk mengamankan posisi puncak dalam daftar peringkat tenis ATP 2023. Ia pun tidak melakukan kesalahan pada pertandingan Grup Hijau saat melawan petenis debutan Rune, demikian dikutip dari AFP.

Djokovic yang memiliki catatan 19 kemenangan beruntun memenangi tiga Grand Slam untuk menjadi pemilik gelar utama terbanyak sepanjang masa. Petenis 36 tahun itu menuju ATP Finals di Turin, Italia, setelah memenangi Paris Masters. Keberhasilan Djokovic di Paris Masters merupakan kemenangan ke-40nya di ajang Masters 100.

Sebanyak dua pencapaian itu adalah rekor lain yang dapat ditambahkan dalam daftar panjang pencapaian milik Djokovic. Ia kini mengincar gelar Masters ketujuh yang akan membuatnya mengungguli catatan milik Roger Federer yang telah pensiun.

Pada Senin, Alcaraz melakukan debutnya di ATP Finals di Grup Merah dengan menghadapi Alexandre Zverev. Zverev merupakan unggulan kedua sekaligus pesaing terdekat Djokovic.

Baca juga: Petenis Novak Djokovic menangi gelar Paris Masters
Baca juga: Petenis Mannarino kukuhkan diri jadi juara Astana Open 2023

Sayangnya Alcaraz yang merupakan juara Wimbledon tampil kurang konsisten sejak dikalahkan petenis kualifikasi Roman Safiullin, setelah ia sempat absen bermain karena cedera. Petenis Spanyol itu tidak bermain sejak Shanghai Masters pada awal Oktober akibat cedera punggung dan kaki kiri.