Mataram, 8/8 (ANTARA) - Nilai transaksi pasar lelang komoditas agro yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nusa Tenggara Barat (NTB), di Mataram, Sabtu, mencapai Rp1,1 miliar.
"Total nilai transaksi pada pasar lelang periode ketiga tahun ini meningkat dibandingkan pada periode kedua beberapa bulan lalu yang hanya Rp706,2 juta," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag NTB, Baiq Rusniyati.
Ia mengatakan, hasil lelang tersebut diperoleh dari lima komoditas yang berhasil dilelang yaitu jagung, beras, coklat, kopi dan cengkih.
Dari kelima komoditas tersebut yang paling besar nilai transaksi adalah cengkih dengan total nilai transaksi mencapai Rp530.000 juta atau sebanyak 10 ton dengan harga transaksi Rp53.000 per kilogram (Kg).
Sementara komoditas lainnya adalah jagung sebanyak 140 ton dengan harga jual Rp2.000/kg, coklat 5 ton dengan harga jual Rp24.000/kg, beras 15 ton dengan harga jual Rp4.900/kg dan biji kopi jenis arabika sebanyak 10 ton dengan harga Rp12.500/kg.
Ia mengatakan, sebagian besar komoditas yang berhasil dilelang pada pasar lelang komoditas agro ke-20 itu dibeli oleh pengusaha asal Bali yang rutin menghadiri kegiatan tersebut.
Sementara para pengusaha dari Pulau Jawa yang diundang untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut dengan tujuan agar nilai transaksi bisa lebih besar, tidak ada yang menghadiri.
"Minimnya peserta dari luar NTB salah satu kendala sejak kegiatan lelang ini digelar lima tahun lalu, padahal kami selalu mengundang mereka," ujarnya.
Ia mengatakan, tujuan diadakannya pasar lelang komoditas agro tersebut sebagai upaya efisiensi perdagangan dengan memperpendek rantai pemasaran dan mendukung perekonomian daerah serta membentuk harga referensi.
Dengan pasar lelang tersebut para petani juga bisa merencanakan pola tanam yang baik, sehingga harga yang akan diterima diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani.
"Selain itu, masyarakat juga bisa menikmati harga yang lebih kompetitif," ujarnya.
Ia menambahkan, para petani yang ikut dalam kegiatan pasar lelang komoditas agro itu memperoleh manfaat berupa adanya kepastian pasar hanya dengan membawa sampel barang yang akan dijual. Transaksi jual beli dapat dilakukan meskipun barang belum diproduksi.
"Artinya petani bisa memfokuskan diri pada proses produksi yang baik untuk memenuhi kontrak yang sudah terjadi pada pasar lelang tersebut," ujarnya.
Sementara manfaat untuk kalangan pengusaha yaitu adanya kepastian untuk mendapatkan komoditas yang diinginkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Manfaat lainnya, kata Rusniyati, pengusaha dapat mengatur persediaan barang sesuai dengan permintaan pasar serta harga komoditas yang dibeli bisa lebih kompetitif.
"Dengan harga yang lebih kompetitif tersebut akan tercipta efisiensi dalam melakukan perdaganga," katanya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026