Lombok Barat (Antaranews NTB) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Nusa Tenggara Barat(NTB) agar mewaspadai cuaca ekstrem pada dasarian III Februari 2019 karena berpotensi menimbulkan bencana alam.

"Perlu diwaspadai terjadinya potensi curah hujan dengan intensitas tinggi yang menimbulkan genangan, banjir, dan tanah longsor di wilayah-wilayah bantaran sungai dan perbukitan," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Luhur Tri Uji Prayitno, melalui keterangan tertulis yang diterima di Lombok Barat, Jumat.

Menurut dia, secara umum masih terjadi peluang curah hujan pada dasarian III Februari 2019 di NTB.

Hujan dengan kategori rendah atau lebih dari 20 milimeter (mm) per dasarian berpeluang sebesar lebih dari 90 persen terjadi di hampir seluruh wilayah NTB. 

Hujan dengan kategori menengah (>50 mm/dasarian) memiliki peluang terjadi hingga 70 persen hampir di seluruh wilayah NTB. Sementara, untuk hujan dengan kategori tinggi (>100 mm/dasarian) berpeluang terjadi lebih dari 20 persen.

"Kami mengharapkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan iklim terkini guna perencanaan aktivitas dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana," ujarnya.

Luhur juga menjelaskan aliran massa udara di sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi oleh angin baratan.

Kondisi suhu muka laut di perairan NTB, masih menunjukan kodisi cenderung normal, sedangkan kondisi suhu muka laut di samudera Pasifik saat ini menunjukan ada indikasi el nino dengan intensitas lemah.

Ia mengatakan, analisis angin menunjukkan angin baratan yang masih mendominasi wilayah NTB.

Kondisi tersebut mengakibatkan meningkatnya peluang terbentuknya awan-awan konvektif hujan di sebagian besar wilayah NTB.

"Pergerakan Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini sedang tidak aktif di wilayah benua maritim menyebabkan penurunan intensitas pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia," katanya.

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026