Mataram, 3/9 (ANTARA) - Departemen Perdagangan (Depdag) mengucurkan 25 ton gula pasir untuk membantu menstabilkan harga komoditas itu di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang saat ini sudah melampaui Rp10 ribu/kilogram.
"Gula bantuan Depdag sebanyak 25 ton itu akan didistribusikan melalui operasi pasar yang akan digelar pekan ini," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB Hery Erfan Rayes di Mataram, Kamis.
Rayes mengatakan Depdag menghendaki 25 ton gula pasir itu didistribusikan di Pulau Lombok untuk mengatasi lonjakan harga di wilayah itu menjelang Lebaran.
Namun, lonjakan harga juga terjadi di Pulau Lombok sehingga Disperindag NTB juga berniat menyalurkan gula bantuan itu kepada masyarakat Sumbawa.
"Gula pasir itu akan dijual dengan harga Rp7.500/kilogram karena di pasaran sudah melebihi Rp10 ribu/kilogram, pada lima titik operasi pasar murah yakni tiga titik di Lombok dan dua titik di Sumbawa," ujarnya.
Ia menegaskan, gula bantuan Depdag yang akan didistribusikan dalam operasi pasar itu lebih diprioritaskan kepada masyarakat kurang mampu agar ikut bergembira saat Lebaran mendatang.
Setiap rumah tangga atau kepala keluarga (KK) dijatah dua kilogram agar stok yang ada mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Sebelum operasi pasar dilakukan, akan dibagikan kupon kepada yang berhak membeli gula pasir itu, namun mekanisme pembagian kupon itu diserahkan kepada masing-masing daerah," ujarnya.
Kegiatan operasi pasar itu dimaksudkan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mempermudah ketersediaan barang kebutuhan pokok bagi umat Islam yang hendak merayakan Lebaran.
Selain gula pasir, juga akan didistribusikan tiga jenis bahan pokok lain seperti minyak goreng, beras dan mie instan.
Dalam melaksanakan operasi itu, Disperindag NTB bekerja sama dengan kalangan pengusaha, terutama distributor bahann kebutuhan pokok agar dapat menjamin ketersediaan stok.
Sejauh ini, ketersediaan bahan kebutuhan pokok di wilayah NTB masih mencukupi kebutuhan. Gula pasir misalnya masih ada stok sebanyak 5.000 ton di gudang Bulog NTB dan 200 ton lebih di tangan distributor.
Stok gula itu cukup untuk kebutuhan dua bulan ke depan sehingga dipastikan hingga Idul Fitri 1430 Hijriah, ketersediaan gula pasir di NTB tetap terjamin.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026