Waspada!! Gelombang laut hingga empat meter di NTB

id bmkg,gelombang laut,gelombang tinggi,cuaca ekstrem,nusa tenggara barat

Waspada!! Gelombang laut hingga empat meter di NTB

Sejumlah warga memancing di pinggiran pantai saat terjadi gelombang tinggi di Pantai Ampenan, Mataram, NTB, Minggu (20/4/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid NTB mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang berpotensi masih terjadi hingga 23 April 2025 mendatang dan meminta masyarakat untuk mewaspadai terjadinya potensi gelombang tinggi wilayah NTB, di antaranya Selat Lombok Bagian Utara dan selatan, Selat Alas bagian selatan serta Samudra Hindia di selatan NTB.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/YU

Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat dan nelayan untuk mewaspadai potensi gelombang laut yang dapat mencapai empat meter di perairan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG NTB Anggi Dewita mengatakan peta tinggi dan arah gelombang laut berada di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia bagian selatan NTB.

"Tinggi gelombang di perairan selatan tersebut memiliki rentang 2,5 sampai 4 meter," ucapnya di Mataram, Senin.

Anggi memohon agar masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area berpeluang mengalami gelombang tinggi untuk selalu waspada.

Baca juga: BMKG sebut potensi cuaca ekstrem selama sepekan di NTB

Menurutnya, gelombang laut hingga empat meter tersebut tidak hanya berbahaya bagi perahu nelayan dan kapal tongkang, tetapi juga berbahaya bagi kapal penyeberangan jenis ferry.

"Kami berharap agar masyarakat selalu memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," kata Anggi.

Lebih lanjut ia memprakirakan kondisi cuaca Nusa Tenggara Barat mayoritas cerah berawan hingga hujan sedang selama sepekan ke depan dari tanggal 5 sampai 11 Januari 2026.

Suhu udara berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celcius. Arah permukaan bertiup bervariasi dengan arah dominan dari selatan hingga barat daya.

"Kecepatan angin permukaan maksimum mencapai 35 kilometer per jam," pungkas Anggi.

Baca juga: Warga NTB diimbau waspadai banjir rob saat fase bulan baru
Baca juga: Warga NTB diimbau waspadai peningkatan curah hujan
Baca juga: Warga pesisir NTB diingatkan mewaspadai potensi banjir rob

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.