Logo Header Antaranews Mataram

Armenia berharap perjanjian damai dengan Azerbaijan terwujud

Kamis, 29 Januari 2026 07:22 WIB
Image Print
Arsip - Menpora Erick Thohir (depan tengah) bersiap menyerahkan medali emas kepada pesenam Putra Filipina Edriel Carlos Yulo (belakang tengah) saat upacara penyerahan medali nomor meja lompat Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (25/10/2025). Pesenam Filipina Edriel Carlos Yulo berhasil meraih medali emas dengan total poin 14.866 sedangkan medali perak diraih pesenam Armenia Artur Davtyan dengan 14.833 poin dan medali perunggu diraih pesenam Ukraina Nazar Chepurnyi dengan 14.483 poin. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Yerevan (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Armenia Ararat Mirzoyan, Rabu (28/1) menyatakan harapannya agar perjanjian damai dengan Azerbaijan dapat segera ditandatangani dalam beberapa bulan ke depan.

“Perjanjian tersebut telah diparaf dan diharapkan dapat ditandatangani serta diratifikasi dalam beberapa bulan mendatang,” kata Mirzoyan dalam pidatonya di hadapan Sidang Parlemen Dewan Eropa di Strasbourg, Prancis.

Ia menambahkan bahwa kedua pihak tengah mengerahkan segala upaya untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah. Pada Agustus lalu, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani deklarasi bersama mengenai penyelesaian damai konflik antara Armenia dan Azerbaijan.

Baca juga: Pemerintah Rusia tetap patuhi perjanjian kemitraan strategis dengan Venezuela

Yerevan juga menyepakati kerja sama dengan AS serta pihak ketiga lainnya untuk membangun Trump Route for International Peace and Prosperity (TRIPP), yang akan menghubungkan Azerbaijan dengan wilayah eksklave Nakhchivan melalui wilayah Armenia.

Baca juga: Putaran baru perundingan Ukraina-AS digelar di AS

Armenia dan Azerbaijan telah terlibat dalam sejumlah perang terkait wilayah pegunungan Nagorny Karabakh sejak kawasan tersebut mendeklarasikan pemisahan diri dari Azerbaijan Soviet pada 1988.

Pada September 2023, Azerbaijan mengambil alih kendali atas wilayah tersebut, yang memicu eksodus besar-besaran penduduk etnis Armenia.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA




Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026