Mataram (ANTARA) - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat mendukung media yang sehat secara etika, profesional dalam kerja-kerja jurnalistik, dan berpihak pada kemaslahatan rakyat.

Penegasan ini disampaikan Sekretaris PWNU NTB, Lalu Daud Nurjadi dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dengan tema "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat" di Mataram, Senin.

Ia mengatakan Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis media dalam menentukan arah pembangunan bangsa.

Bagi Nahdlatul Ulama, media yang sehat bukan sekadar soal kebebasan pers, tetapi menyangkut tanggung jawab etika dalam membentuk kesadaran publik.

"Media yang sehat adalah media yang jujur, bertanggung jawab, dan menjaga amanat publik. Informasi yang disampaikan media sangat menentukan kepercayaan sosial, dan kepercayaan sosial adalah modal utama bagi ekonomi yang kuat dan berdaulat," tegas Daud Nurjadi.

Baca juga: Wamenkomdigi Nezar Patria sebut negara hadir untuk menjaga jurnalisme berkualitas

NU memandang bahwa ekonomi yang kuat tidak mungkin di bangun di atas informasi yang manipulatif, provokatif, atau bahkan transaksional.

Di sinilah, peran media dalam mengawal kebijakan ekonomi, mengangkat potensi ekonomi kerakyatan, serta memberi ruang bagi suara masyarakat kecil, para pelaku UMKM, Lembaga maupun pesantren, dan komunitas-komunitas di tingkat lokal.

Dalam konteks ini, PW NU NTB mendukung pers yang tidak hanya bisa mengkritik, namun juga memberi arah, tidak hanya sekadar memberitakan konflik, namun juga ikut serta membangun optimisme dan solidaritas sosial.

"Kedaulatan ekonomi membutuhkan keadilan dan gotong royong. Media yang sehat adalah media yang mendorong nilai-nilai tersebut, bukan yang memperuncing polarisasi atau mengorbankan kepentingan publik demi kepentingan sempit," terangnya.

Baca juga: Pers dan arah Indonesia Emas

Lebih lanjut, kata Daud, PW NU NTB menilai bahwa kebebasan pers harus beriringan dengan tanggung jawab kebangsaan. Media diharapkan konsisten menjaga persatuan nasional, menolak ujaran kebencian, serta tidak terjebak pada narasi yang melemahkan kohesi sosial bangsa.

"Indonesia yang berdaulat dan kuat membutuhkan media yang konsisten menjaga etika, persatuan, dan akal sehat publik. Inilah bentuk media sehat yang didukung PW. NU NTB," ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia, melalui momentum HPN 2026 ini, PW NU NTB mengajak seluruh insan pers untuk terus memperkuat profesionalisme, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta menjadi mitra strategis masyarakat dan bangsa dalam mewujudkan media sehat, ekonomi kuat, dan Indonesia berdaulat.

Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Pers sehat menuju Indonesia Emas
Baca juga: PWI NTB bawa spirit jurnalisme NTB ke HPN 2026



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026