Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan hilal awal Ramadhan 1447 hijriah di wilayah Lombok belum terlihat.

"Hilal tidak dapat teramati, dikarenakan ketinggian hilal berasa pada -1,268 derajat dan elongasi 1,208 derajat, posisi hilal masih di bawah ufuk," kata Kepala BMKG Mataram Sumawan dalam keterangan tertulisnya di Mataram, Selasa.

Pengamatan hilal awal Ramadhan 2026 tersebut dilakukan oleh TIM Rukyat Stasiun Geofisika Mataram bersama Kanwil Kemenag Nusa Tenggara Barat di pusat observasi Bulan Kanwil Kemenag Nusa Tenggara Barat di Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

"Hilal tak terlihat di NTB. Musababnya, bulan lebih dulu tenggelam dibandingkan matahari yang terbenam," katanya.

Baca juga: Hilal awal Ramadhan belum terlihat di NTB

Sebelumnya, Kementerian Agama menyampaikan berdasarkan perhitungan astronomi posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia pada Selasa, 17 Februari 2026, belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang disepakati negara-negara anggota MABIMS.

"Sehingga tanggal 1 Ramadhan 1447 Hijriah secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Kamis Pahing, tanggal 19 Februari 2026," kata Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag Cecep Nurwendaya di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa.

MABISM adalah nama untuk forum kerja sama menteri-menteri agama di Asia Tenggara.

Baca juga: Ramadhan 1447 H diperkirakan dimulai Kamis 19 Februari 2026

Cecep menjelaskan posisi hilal di wilayah Indonesia saat rukyat berada pada kisaran minus 2 derajat 24 menit 43 detik hingga minus 0 derajat 55 menit 41 detik, dengan elongasi antara 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik.

Sementara kriteria MABIMS menetapkan tinggi hilal minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat. Dengan posisi tersebut, hilal secara teoritis dinyatakan mustahil untuk dirukyat karena masih berada di bawah ufuk ketika Matahari terbenam.

Baca juga: Pantai berawan pengaruhi pantauan hilal Ramadhan



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026